Presiden Nilai Pembangunan Hunian Layak Tekan Angka Stunting dan TBC di Indonesia
- 17 Mar 2026 11:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menilai percepatan pembangunan hunian layak menjadi langkah penting meningkatkan kesehatan masyarakat. Program tersebut juga diharapkan membantu menekan kasus tuberkulosis dan stunting di Indonesia.
Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan isu perumahan dan kesehatan masyarakat kerapnya dibahas bersama Presiden. Hashim mengatakan bahwa Presiden yakin penyediaan hunian layak menjadi salah satu langkah menuju kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.
“Ini yang saya bahas beberapa kali ketemu Presiden. Selalu kita bicara, kita mau wujudkan Indonesia bahagia,” ujar Hashim saat pencanangan pembangunan hunian untuk mendukung program tiga juta rumah di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menilai kondisi lingkungan tempat tinggal sangat memengaruhi kesehatan anak. Banyak keluarga yang belum memiliki hunian layak sehingga berdampak pada tumbuh kembang anak.
“Ibu-ibu yang belum punya rumah, anak-anak yang belum punya hunian yang layak. Kita sudah tahu bahwa lingkungan yang tidak sehat menyebabkan stunting,” ucapnya.
Selain stunting, Hashim juga menyoroti tingginya kasus Tuberkulosis di Indonesia. Menurutnya, persoalan tersebut tidak lepas dari kondisi permukiman padat dan kawasan kumuh yang masih banyak ditemukan.
“Kita juga sudah tahu bahwa Indonesia ini nomor dua terjelek di dunia dalam bidang kesehatan tertentu. Terutama TBC,” katanya.
“Salah satunya karena perumahan yang berdekatan, tempat kumuh.. Itu menyebabkan anak-anak kita banyak mengidap TBC,” ujar Hashim.
Hashim mengungkapkan temuan tersebut juga diperkuat melalui program pemeriksaan kesehatan gratis pemerintah. “Saya dengar ini sudah divalidasi dan dibuktikan dengan program check-up gratis,” ucapnya.
Maka Hashim menilai pembangunan hunian sehat merupakan langkah strategis untuk mencegah berbagai persoalan kesehatan. Utamanya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Ini malapetaka bagi bangsa Indonesia. TBC dan stunting," ujar Hashim.
Menurutnya, lingkungan tempat tinggal yang sehat akan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kondisi tersebut juga berpengaruh pada peningkatan kualitas pendidikan mereka di masa depan.
“Kita sudah tahu anak-anak kita seharusnya pada intinya pintar dan cerdas, tetapi karena ada hambatan dari lingkungan, hambatan kesehatan. Maka skor atau pencapaian akademis sekolah rata-rata rendah,” ucap Hashim.