Kemdiktisaintek Catat PPDB SMA Unggul Garuda Baru Masih Rendah
- 16 Mar 2026 12:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah resmi menutup pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Unggul Garuda Baru. Namun, penutupan tersebut tidak dibarengi dengan minat siswa untuk melanjutkan studi ke sekolah unggulan tersebut yang masih relatif rendah.
Staf Khusus Mendiktisaintek Tjitjik Sri Tjahjandarie mengatakan, jumlah pendaftar belum memenuhi harapan pemerintah. Padahal, sekolah menawarkan pendidikan gratis dan peluang beasiswa ke luar negeri.
Pendaftar SMA Unggul Garuda Baru tercatat 1.200 siswa pada Februari lalu dan ketika pendaftaran ditutup jumlahnya sekitar 3.000 siswa. Tjitjik menduga penyebab jumlah pendaftar tak sesuai harapan karena waktu pembukaan pendaftaran lebih lambat dibandingkan dengan sekolah unggulan lain.
"Saya kira saat ini memang perkembangannya belum sesuai dengan harapan. Pendaftaran ini memang sedikit terlambat dibandingkan sekolah-sekolah unggulan lainnya,” ujar Tjitjik dalam Taklimat Media di Jakarta, ditulis Senin, 16 Maret 2026.

Menurutnya, sekolah masih dalam tahap persiapan dan pembangunan. SMA Unggul Garuda Baru direncanakan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Sejumlah persiapan seperti pengembangan sistem dan regulasi masih berlangsung saat pendaftaran dibuka. Untuk meningkatkan jumlah pendaftar, pemerintah berencana bekerja sama dengan sekolah unggulan lain, sa;ah satunya melalui Direktorat Penjaminan Mutu Talenta agar perekrutan siswa lebih terintegrasi.
Sebelumnya, PPDB SMA Unggul Garuda diperpanjang sebanyak dua kali. Awalnya pendaftaran berakhir 28 Februari 2026, kemudian diperpanjang hingga 7 Maret 2026.
Perpanjangan terakhir dilakukan sampai 14 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk memberi kesempatan lebih banyak siswa mendaftar.
Wamendiktisaintek Stella Christie mengatakan, tiga manfaat utama bagi siswa terpilih. Salah satunya beasiswa penuh untuk belajar dan berasrama selama tiga tahun.
"Kalian akan diberikan beasiswa penuh untuk bersekolah dan berasrama selama 3 tahun. Kesempatan ini juga termasuk pembinaan prestasi akademik dan non-akademik," ujar Stella.
Bahkan, lanjut Stella, siswa berprestasi berkesempatan melanjutkan studi di perguruan tinggi terbaik dunia. "Sekolah Garuda inklusif dan memberikan sarana terbaik bagi anak-anak berprestasi dari berbagai latar belakang," ucapnya.