Ucapkan Selamat Lebaran Idulfitri, Fahira Minta Pemudik Utamakan Keselamatan
- 14 Mar 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPD RI, Fahira Idris, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Indonesia yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran Idulfitri 2026. Ia mendoakan agar para pemudik diberikan kelancaran perjalanan, keselamatan, serta dapat berkumpul kembali dengan keluarga di kampung halaman.
“Selamat mudik kepada seluruh masyarakat yang akan pulang ke kampung halaman, semoga perjalanan berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Hati-hati di jalan, karena keluarga menanti dengan penuh rindu di rumah,” ujar Fahira dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu 14 Februari 2026.
Menurut Senator asal Jakarta ini, tradisi mudik tidak sekadar perjalanan pulang, tetapi juga memiliki makna sosial dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Indonesia. Momentum mudik menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat ikatan keluarga di kampung halaman.
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya, Fahira mengingatkan para pemudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik. Pemerintah sendiri memperkirakan sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini sehingga diperlukan kewaspadaan dan kesiapan bersama.
Untuk itu, Fahira menyampaikan enam pesan penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Pertama, pemudik diminta mengutamakan keselamatan selama perjalanan dan tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk.
Perjalanan mudik yang panjang membutuhkan waktu istirahat yang cukup, sehingga pemudik dianjurkan berhenti di rest area atau tempat yang aman. “Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan mengejar cepat sampai tetapi mengabaikan keselamatan,” ujarnya.
Kedua, pemudik diminta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum berangkat. Bagi pengguna kendaraan pribadi, pemeriksaan menyeluruh terhadap mesin, rem, dan ban sangat penting untuk mencegah gangguan di perjalanan.
Ketiga, masyarakat diminta mematuhi aturan lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Menurut Fahira, berbagai rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah maupun contraflow akan diterapkan secara situasional untuk mengurai kepadatan kendaraan selama arus mudik.
Keempat, pemudik diminta mewaspadai kondisi cuaca dan potensi gangguan perjalanan. Ia mengingatkan bahwa selama periode mudik masih terdapat potensi hujan di sejumlah wilayah yang dapat memengaruhi kondisi jalan.
Kelima, masyarakat juga diimbau memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. Hal ini meliputi mengunci pintu dan jendela, mematikan kompor serta peralatan listrik yang tidak diperlukan, termasuk memberi tahu tetangga atau lingkungan bahwa rumah akan ditinggal sementara.
Keenam, pemudik diminta memanfaatkan berbagai fasilitas dan layanan yang telah disiapkan pemerintah. Seperti posko pelayanan, pos kesehatan, hingga layanan darurat di sepanjang jalur mudik.
Fahira juga mengapresiasi langkah pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan yang telah menyiapkan fasilitas untuk mendukung kelancaran arus mudik. Mulai dari pembukaan ribuan posko pemantauan transportasi hingga koordinasi lintas lembaga dalam memantau dinamika perjalanan masyarakat selama masa Lebaran.
“Makna mudik adalah kembali kepada akar, kembali kepada keluarga, dan mempererat silaturahmi. Semoga perjalanan mudik tahun ini membawa kebahagiaan bagi kita semua,” ucap Fahira.