Presiden Kaji WFH dan 4 Hari Kerja untuk Hemat BBM saat Krisis

  • 14 Mar 2026 19:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri mengkaji sejumlah langkah efisiensi BBM apabila terjadi krisis. Salah satu Langkah yang dipertimbangkan adalah penerapan kerja dari rumah atau Work from Home (WFH) dan pengurangan hari kerja.

Presiden menyampaikan perkembangan situasi di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga energi dunia, termasuk BBM. Situasi itu pada akhirnya dapat berdampak pada harga pangan.

“Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah yang tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM. Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan,” ujar Presiden saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026.

Menurutnya, pemerintah telah mengamankan sejumlah aspek fundamental, terutama terkait ketahanan pangan. Namun demikian, langkah antisipatif tetap perlu disiapkan untuk menghadapi kemungkinan tekanan pada sektor energi.

Presiden menekankan penghematan konsumsi BBM perlu menjadi perhatian bersama. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak merasa terlalu aman tanpa melakukan langkah pengendalian dan antisipasi dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

“Tapi tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Artinya, kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM," kata Presiden menegaskan.

"Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita aman. Kita bersyukur kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita."

Sebagai perbandingan, Presiden menyinggung langkah yang diambil beberapa negara dalam menghadapi potensi krisis energi. Salah satunya adalah Pakistan yang menerapkan sejumlah kebijakan penghematan secara ketat.

“Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah, untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. 50 persen bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka dipotong menjadi hanya empat hari,” ucapnya.

Selain itu, pemerintah Pakistan juga melakukan pengurangan gaji pejabat negara dan memotong penggunaan BBM kendaraan pemerintah. Hingga menghentikan berbagai belanja negara yang dianggap tidak mendesak.

Meski demikian, ia menegaskan contoh tersebut hanya menjadi bahan kajian bagi pemerintah Indonesia. Pemerintah akan membahas berbagai opsi efisiensi bersama para menteri dan kepala lembaga.

Ia menambahkan, pengalaman saat pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa pola kerja dari rumah mampu mengurangi mobilitas, kemacetan, serta konsumsi energi dalam jumlah besar. “Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti. Dulu kita atasi COVID, dan kita berhasil,” ujar Presiden.

"Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar."

Karena itu, Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah mempersiapkan berbagai skenario sebagai langkah antisipasi jika situasi global memburuk. “Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah, tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk,” ujarnya mengakhiri.

Rekomendasi Berita