Presiden Minta Menteri Kaji Penghematan imbas Perang Iran
- 14 Mar 2026 06:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto meminta menteri koordinator untuk mengkaji terkait penghematan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM), imbas dari perang yang terjadi di Timur Tengah. Kepala Negara mengatakan Indonesia memiliki pengalaman dan sukses dalam mengatasi COVID19.
Pada saat pandemi COVID19 mewabah dunia termasuk Indonesia, Indonesia membuat kebijakan seperti belajar dan bekerja dari rumah. Kebijakan tersebut efektif untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan menurunkan polusi udara.
"Nanti saya minta dibicarakan nanti ya mungkin oleh Menko-Menko nanti berapa hari ini kita lihat, kita pikirkan. Dulu kita atasi COVID, berhasil kita, kita mampu, banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar,"kata Presiden Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, pada Jumat, 13 Maret 2026.
Presiden Prabowo mengatakan jika Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pejabat bekerja dari rumah maka akan mengurangi macet . Selain itu pengurangan jam kerja, harus menjadi pertimbangkan sebagai upaya penghematan.
"Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya,"kata mantan Menteri Pertahanan RI tersebut.
Presiden Prabowo menyebut negara yang tengah melakukan penghematan adalah Pakistan yang terdampak krisis perang di Timur Tengah. Pemerintah Pakistan menganggap situasi saat ini seperti pandemi COVID19.
Pemerintah menerapkan kerja dari rumah atau work form home (WFH) baik sektor pemerintah dan swasta. Kemudian pemerintah setempat juga memangkas hari kerja menjadi empat hari.
"Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah, untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. Sebanyak 50 persen bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka dipotong menjadi hanya empat hari,” ujarnya.
Selain itu, Pemerintah Pakistan juga melakukan pengurangan gaji pejabat negara, dan hasilnya pemotongan gaji diperuntukan masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi. Pemerintah mengurangi operasional penggunaan BBM kendaraan pemerintah, hingga menghentikan berbagai belanja negara yang dianggap tidak mendesak seperti ke luar negeri.
Presiden Prabowo mengatakan pasokan energi Indonesia aman namun harus tetap waspada. Perang Iran dengan Amerika dan Israel memberikan dampak kepada Indonesia berupa kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Saya kira itu yang saya ingin sampaikan bahwa kita walaupun merasa aman, tidak panik tapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling jelek,"ujarnya.
Presiden Prabowo berharap dampak paling terburuk imbas perang di Timur Tengah tidak terjadi. Kendati banyak pengamat yang memprediksi perang akan berlangsung lebih lama.