GMI: Kebenaran Ijazah Jokowi Wajib Rismon Cs Kampanyekan

  • 13 Mar 2026 23:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Peneliti forensik digital Rismon Sianipar menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait polemik penelitian buku Jokowi’s White Paper. Permintaan maaf itu disampaikan setelah Rismon bersama kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, menemui Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis 12 Marer 2026.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyampaikan klarifikasi atas penelitian yang sebelumnya memicu perdebatan di ruang publik. Sehingga sempat menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat.

Selain Rismon, dua pihak lain yang sebelumnya terlibat dalam polemik tersebut juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi. Yakni, pengacara kondang Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.

Koordinator Nasional Gajah Muda Indonesia, Ricky Valentino, menilai permintaan maaf tersebut merupakan langkah awal yang positif. Namun menurutnya, langkah itu belum cukup untuk memulihkan dampak kegaduhan yang telah muncul di ruang publik.

“Permintaan maaf tentu merupakan langkah awal yang patut diapresiasi. Namun menurut kami, itu belum cukup, karena kegaduhan yang ditimbulkan cukup besar,” kata Ricky dalam keterangannya, Jumat 13 Maret 2026.

Ia menilai tanggung jawab moral tidak berhenti pada pengakuan kesalahan semata. Tetapi juga harus disertai upaya aktif untuk meluruskan informasi yang sebelumnya telanjur memengaruhi opini publik.

Menurut Ricky, Rismon bersama Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sebaiknya secara terbuka menjelaskan kepada masyarakat mengenai kebenaran dan keabsahan ijazah Jokowi.

“Tidak cukup hanya mengakui kekeliruan," katanya.

"Jadi, saudara Rismon bersama Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sebaiknya secara terbuka menjelaskan kepada publik mengenai kebenaran dan keabsahan ijazah Pak Jokowi. Bahkan, mereka perlu mengampanyekan kebenaran tersebut dengan keteguhan yang sama seperti ketika sebelumnya menggiring opini publik dengan informasi yang keliru,” ujarnya.

Ricky menilai langkah tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Sekaligus memastikan ruang publik kembali diisi oleh informasi yang faktual dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga berharap klarifikasi yang terbuka dapat menjadi pembelajaran bagi berbagai pihak. Agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan informasi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Dengan adanya penjelasan yang terbuka dan komprehensif kepada publik, diharapkan berbagai pihak yang selama ini masih meragukan. Termasuk Roy Suryo dan pihak lain, dapat melihat fakta secara lebih objektif dan segera mengakui kebenaran yang ada,” kata Ricky.

Ricky turut mengingatkan masyarakat agar lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar. Terutama yang berpotensi menimbulkan kegaduhan dan perpecahan.

“Kita semua harus menjaga kedewasaan demokrasi dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah. Pak Jokowi adalah putra terbaik bangsa yang telah sukses memimpin Indonesia selama dua periode sebagai presiden," ucapnya.

"Bahkan, saat ini putra beliau dipercaya rakyat sebagai wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto,” ujarnya. Ia berharap masyarakat mengedepankan sikap rasional serta memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya di ruang publik.

Rekomendasi Berita