Kemenhaj Komitmen Hadirkan Layanan Haji 2026 Aksesibel bagi Disabilitas
- 13 Mar 2026 17:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk memastikan layanan ibadah haji dapat diakses oleh seluruh jemaah. Termasuk bagi penyandang disabilitas.
Direktur Jenderal Bina Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo mengatakan, aksesibilitas menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan layanan haji. Menurutnya, seluruh jemaah harus memiliki kesempatan yang sama untuk menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Pelayanan haji harus bisa diakses oleh seluruh jemaah. Jangan sampai karena menggunakan kursi roda, jemaah tidak dilayani untuk beribadah atau menuju Masjidil Haram," kata Puji dalamdialog Diseminasi dan Diskusi Publik Hasil Pemantauan Haji Inklusif, Hotel Best Western Cawang, Jakarta Timur, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia mengatakan, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji yang inklusif. Sekaligus ramah bagi seluruh kalangan.
Sementara itu, Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND), Dante Rigmalia menyoroti masih adanya perspektif yang kurang tepat dalam pelaksanaan ibadah haji. Terutama pada pemenuhan hak ibadah bagi penyandang disabilitas.
Menurutnya, pemahaman tentang hak beribadah bagi penyandang disabilitas perlu dimiliki oleh para petugas haji. "Terutama pembimbing, dan pendamping," kata Dante, menegaskan.
Ia mencontohkan, masih ditemukan pandangan bahwa jemaah yang memiliki keterbatasan fisik cukup menjalankan ibadah di kamar. Hal ini di karenakan nilai pahalanya dianggap sama dengan yang beribadah langsung di Masjidil Haram.
“Hal-hal seperti itu masih kami temukan. Padahal penyandang disabilitas juga menyampaikan bahwa mereka ingin hadir langsung di Masjidil Haram,” kata Dante.
Menurutnya, yang dibutuhkan jemaah penyandang disabilitas adalah dukungan fasilitas dan akomodasi yang layak. Di antaranya akses penggunaan kursi roda serta pendamping yang siap membantu selama menjalankan ibadah.
Dengan dukungan tersebut, penyandang disabilitas diharapkan dapat menjalankan ibadah haji secara mandiri, aman, dan bermartabat. Hal ini sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang inklusif dan ramah bagi seluruh jemaah.