Data Dukcapil, Penduduk Indonesia Tembus 288,3 Juta Jiwa

  • 13 Mar 2026 10:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil merilis Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025. Jumlah penduduk Indonesia tercatat 288.315.089 jiwa.

Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi mengatakan jumlah tersebut meningkat dari semester sebelumnya. Penambahan penduduk mencapai 1.621.396 jiwa.

Jumlah penduduk laki-laki tercatat 145.498.092 jiwa. Sementara jumlah penduduk perempuan mencapai 142.816.997 jiwa.

Menurut Teguh, rasio penduduk laki-laki sedikit lebih tinggi dibanding perempuan. Namun rasio tersebut masih dalam batas normal secara demografi.

“Rasio ini masih normal dan menjadi dasar perencanaan kebijakan jangka panjang,” kata Teguh saat merilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan data kependudukan menjadi dasar berbagai kebijakan pemerintah. Data tersebut digunakan untuk pelayanan publik hingga perencanaan pembangunan.

Teguh menyebut data dihimpun dari berbagai layanan administrasi kependudukan. Di antaranya perekaman biometrik KTP elektronik dan pencatatan kelahiran.

Selain itu termasuk pencatatan kematian, perpindahan penduduk, serta pencatatan perkawinan dan perceraian. Seluruh data dihimpun dari pelayanan Dukcapil di seluruh Indonesia.

Menurutnya Data Kependudukan Bersih menggambarkan kondisi demografi nasional secara faktual. Data tersebut menjadi rujukan bagi pemerintah dan dunia usaha.

Sebaran penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Wilayah ini dihuni sekitar 55,55 persen penduduk nasional.

Pulau Sumatera menempati posisi kedua dengan 21,88 persen. Sementara wilayah lain memiliki proporsi penduduk lebih kecil.

Teguh juga memaparkan capaian perekaman KTP elektronik nasional. Perekaman mencapai 97,47 persen dari total wajib KTP.

Jumlah tersebut setara 206.467.957 jiwa dari total wajib KTP. Sementara sekitar 5,3 juta jiwa belum melakukan perekaman.

Menurut Teguh, kelompok tersebut umumnya berada di wilayah sulit dijangkau. Faktor geografis dan administratif menjadi penyebab utama.

Karena itu Dukcapil terus memperkuat layanan jemput bola di berbagai daerah. Upaya ini dilakukan agar seluruh warga terlayani administrasi kependudukan.

“Langkah ini untuk memastikan prinsip no one left behind. Jadi seluruh warga terlayani," ujarnya.

Rekomendasi Berita