Penambahan Anggaran Subsidi Energi, Bahlil: Masih Menunggu Perkembangan Harga

  • 13 Mar 2026 05:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku belum menghitung secara pasti kemungkinan tambahan anggaran subsidi energi untuk tahun 2026. Perhitungan tersebut masih menunggu perkembangan harga minyak mentah dunia.

Menurut Bahlil, pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak global sebelum menentukan kebijakan subsidi. Hal ini karena fluktuasi harga masih terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

"Sampai dengan sekarang, kita belum menghitung secara pasti tentang anggaran subsidi. Kenaikan subsidi," kata Bahlil usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menjelaskan pergerakan harga minyak sejak awal tahun belum menunjukkan kenaikan signifikan secara rata-rata. Pemerintah, kata dia, mencatat harga minyak masih berada dalam kisaran yang relatif stabil.

"Sampai dengan kemarin saya hitung, angka rata-rata dari Januari sampai dengan sekarang, itu belum melampaui 70 USD per barrel. Karena kemarin di bawah 70 USD, kemudian naik beberapa hari ini menjadi 80-90, ada yang 112 USD per barrel," ujar Bahlil.

Ia menambahkan harga minyak dunia sempat melonjak dalam beberapa hari terakhir. Namun saat ini harga kembali turun di bawah 100 dolar AS per barel.

"Sekarang sudah turun lagi kan, di bawah 100 USD. Nanti kita lihat lah, kita exercise perkembangannya," ucapnya.

Bahlil juga menanggapi kenaikan Indonesian Crude Price (ICP) yang dinilai cukup tinggi pada bulan ini. Menurut Bahlil, pemerintah masih memantau perkembangan tersebut sebelum mengambil langkah lanjutan.

Rekomendasi Berita