Pemerintah Siapkan Alternatif Pasokan Minyak akibat Penutupan Selat Hormuz
- 13 Mar 2026 06:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah menyiapkan alternatif pasokan minyak mentah menyusul situasi di kawasan Timur Tengah. Menurut Bahlil, pemerintah mengantisipasi ketegangan yang berpotensi mengganggu distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz.
"Bahwa harus ada alternatif-alternatif. Apa yang akan dipakai ketika selat hormuz kondisinya masih seperti ini?" ucap Bahlil usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Bahlil menjelaskan pemerintah telah menyiapkan langkah diversifikasi sumber impor minyak mentah. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
“Kita akan mengkonversi dari BBM kita, crude ya, minyak mentah dari Middle East, ke Amerika dan beberapa negara lain. Seperti misalnya Nigeria, Brazil, Australia, dan beberapa negara lain,":kata Bahlil.
Menurut Bahlil, kebijakan ini menjadi strategi pemerintah mengurangi ketergantungan pasokan energi dari satu kawasan. Dengan begitu pasokan minyak nasional tetap terjaga jika terjadi gangguan distribusi global.
Bahlil juga menanggapi kemungkinan perubahan harga akibat pergeseran sumber pasokan minyak tersebut. Pemerintah, kata dia, akan tetap mengikuti mekanisme harga minyak mentah internasional.
“Harga itu kan fluktuatif, kita akan mengikuti harga ICP. Yang jelas kita akan mencari alternatif yang terbaik untuk bangsa kita," ujarnya.