Pemerintah Minta Masyarakat Tidak 'Panic Buying ' BBM

  • 12 Mar 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kembali meminta masyarakat untuk tidak panic buying bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah memastikan pasokan BBM aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga membeli BBM secukupnya.

“Kemarin kan saya sudah ngomong di beberapa kali di media, bahwa stok kita itu dalam kondisi yang aman. Tidak perlu panic buying,”kata Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.

Bahlil mengatakan ketersediaan BBM didalam tangki mencukupi untuk 23 hari. Bahlil menegaskan pemerintah akan menjaga pasokan BBM kendati ada gejolak perang di Timur Tengah.

“Stok kita itu dalam kondisi yang aman, 23 hari. Iya 23 hari yang dimaksudkan itu adalah di dalam tangki kita,”ujarnya.

Bahlik menegaskan produksi minyak terus ditingkatkan. Ia juga meminta agar media memberikan informasi secara terus menerus mengenaik pasokan BBM.

“Tapi kan produksi terus, kita produksi terus dan ada masuk terus. Tolong teman-teman media juga menyampaikan informasi yang enak,”katanya menegaskan.

Adapun terkait kemungkinan penambahan subsidi BBM, pemerintah masih menghitung karena harga minyak mentah dunia cenderung fluktuatif. Bahlil mengatakan harga minyak masih dibawah USD70 per barel.

“Sampai dengan sekarang, kita belum menghitung secara pasti tentang anggaran subsidi, kenaikan subsidi. Sebab, sampai dengan kemarin saya hitung, angka rata-rata dari Januari sampai dengan sekarang, itu belum melampaui USD70 per barrel,”ujarnya.

“ Karena kemarin kan di bawah 70 USD, nah, kemudian naik beberapa hari ini menjadi USD80-90, ada yang USD 112 per barrel. Sekarang sudah turun lagi kan, di bawah USD100, nanti kita lihat lah, kita exercise perkembangannya,”kata Bahlil.

Rekomendasi Berita