Presiden Prabowo Ingatkan Pejabat Negara Jangan Buat Laporan Palsu

  • 12 Mar 2026 06:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pejabat negara agar tidak menyampaikan laporan yang dimanipulasi hanya untuk menyenangkan pimpinan. Presiden menegaskan laporan yang tidak sesuai fakta tidak dapat ditoleransi.

"Jangan main-main lagi dengan saya laporan palsu, laporan menyenangkan-menyenangkan, laporan supaya bisa akal-akalan. Saya kasih peringatan keras ini," kata Presiden Prabowo saat menyampaikan pidatonya pada peringatan HUT ke-1 Danantara di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Presiden mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan mengenai kinerja perusahaan negara di bawah pengelolaan Danantara. Berdasarkan laporan tersebut, return on asset BUMN dalam setahun terakhir meningkat signifikan.

"Saya dapat laporan, saya cukup gembira. Return on asset satu tahun, 2025, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sudah naik lebih dari 300 persen," ujar Presiden.

"Ini cukup baik, dan ini membuktikan premis kita mendirikan Danantara ini. Bahwa tidak mungkin suatu manajemen yang baik, kalau tidak di satu kendali, di satu tangan, di satu manajemen," kata Presiden.

Presiden kemudian menyoroti kompleksitas struktur perusahaan milik negara yang memiliki banyak anak perusahaan. Menurut Presiden, ada satu BUMN yang memiliki hingga ratusan anak dan cucu perusahaan.

Presiden menilai kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai penyimpangan dalam pengelolaan perusahaan negara. Padahal, kata Presiden, BUMN sejak awal didirikan dengan tujuan membantu pembangunan sektor strategis nasional.

"Sekian puluh tahun bergerak, kita tidak punya industri tekstil, negara mendirikan Patal Senayan. Tidak punya industri kertas, kita butuh buku, anak-anak perlu belajar, negara mendirikan pabrik kertas," ucap Presiden.

"Tetapi lambat laun, iktikad baik ini terjadi penyimpangan-penyimpangan. Ternyata iktikad baik pendiri-pendiri bangsa itu akhirnya melahirkan anak perusahaan, cucu perusahaan, dan cicit perusahaan," kata Presiden.

Selain itu Presiden juga menyoroti adanya regulasi yang membatasi proses audit terhadap perusahaan turunan BUMN. Presiden mempertanyakan aturan yang membuat perusahaan induk dapat diaudit, sementara anak perusahaan tidak.

"Aneh lagi ada peraturan-peraturan yang lebih aneh lagi, kalau BUMN (sebagai perusahaan induk) boleh diaudit oleh negara. Katanya kalau cucu perusahaan ndak boleh diaudit, peraturan dari mana ini?" ujar Presiden.

Karena itu, Kepala Negara menilai konsolidasi perusahaan negara melalui Danantara merupakan langkah yang tepat. Ia meyakini pengelolaan yang terpusat akan membuat aset negara lebih optimal dan meminimalkan potensi kebocoran.

"Premis kita ternyata benar. Konsolidasi satu manajemen dengan rasional dengan standar-standar terbaik dunia," kata Presiden Prabowo.

Rekomendasi Berita