Manggala Agni Padamkan Karhutla Habitat Harimau Sumatra di Riau

  • 11 Mar 2026 13:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta — Tim Manggala Agni kembali dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) terus lakukan pemadaman menghadapi kondisi cuaca panas.

“Tim di lapangan tetap berupaya mengendalikan api agar tidak meluas. Selain itu, cuaca yang panas dan faktor keamanan juga menjadi kendala di lapangan,” kata Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menambahkan, pada saat melakukan pemadaman di wilayah Pulau Muda, Kabupaten Pelalawan, petugas sempat menemukan seekor Harimau Sumatra di lokasi kebakaran. Untuk itu pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, memastikan keselamatan petugas maupun satwa liar.

Ferdian menjelaskan, upaya pemadaman dilakukan di sejumlah titik kebakaran. Antara lain di Kabupaten Kampar, Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, serta Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau.

Di Kabupaten Kampar, kebakaran terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang. Sementara di Kabupaten Bengkalis, api terdeteksi di Desa Sukarjo Mesim dan Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, serta Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana.

Sedangkan di Kepulauan Riau, kebakaran terjadi di Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Kota Batam. Berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau pada periode Januari–Februari 2026 mencapai 4.400 hektare,

“Dengan sekitar 94 persen di antaranya berada di lahan gambut. Dua wilayah dengan luasan kebakaran terbesar berada di Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis,” ucapnya.

Sementara itu, luas kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kepulauan Riau tercatat sekitar 1.162 hektare. Ferdian mengatakan wilayah Pelalawan dan Bengkalis saat ini menjadi fokus utama upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi musim kemarau di wilayah Sumatera pada 2026 akan dimulai secara bertahap. Dan sejak bulan Mei dan meluas pada Juni tahun 2026.

BMKG juga memperingatkan potensi kemunculan fenomena El Niño pada semester II 2026. Yang mana dapat meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Rekomendasi Berita