BPS Mimika Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026 Mulai pada Bulan Mei hingga Juli

  • 10 Mar 2026 09:50 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,MIMIKA — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika akan melaksanakan Sensus Ekonomi pada tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan, mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan usaha di wilayah Kabupaten Mimika.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Kabupaten Mimika, Suwarni, didampingi Muh. Sandra Yanton selaku Statistisi Terampil, saat ditemui awak media di Kantor BPS Mimika, Selasa 09 Maret 2026, menjelaskan bahwa sensus ekonomi menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan.

Menurut Suwarni, sensus ini merupakan kegiatan pendataan terhadap seluruh pelaku usaha guna menghasilkan data yang akurat terkait kondisi ekonomi daerah. Data tersebut nantinya akan menjadi rujukan pemerintah dalam menentukan kebijakan serta terintegrasi dengan pembaruan sistem data ekonomi nasional.

Ia mengatakan, pendataan akan dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Mimika, mulai dari wilayah perkotaan, pesisir hingga daerah pegunungan. Sekitar 250 petugas akan diterjunkan untuk melakukan pendataan langsung kepada masyarakat dan para pelaku usaha.

Dalam pelaksanaan sensus ekonomi tersebut, BPS Mimika juga telah memperoleh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mimika.

Dukungan itu berupa video pernyataan dari Bupati Mimika Johannes Rettob serta surat edaran yang mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan satuan kerja terkait untuk membantu menyukseskan kegiatan Sensus Ekonomi.

Suwarni juga menjelaskan bahwa sebelum sensus dilakukan, pihaknya akan melakukan pra-sensus ekonomi (Pra-SE) dengan mendatangi para pelaku usaha untuk memberikan penjelasan bahwa pendataan tersebut tidak berkaitan dengan pajak. Hal ini dilakukan agar pelaku usaha dapat memberikan data secara terbuka dan jujur.

Selain itu, BPS Mimika juga akan memberikan pelatihan kepada para petugas lapangan yang akan melakukan pendataan. Pelatihan direncanakan berlangsung pada bulan April, dimulai dengan pelatihan bagi pengajar pada minggu pertama, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan bagi petugas lapangan pada minggu terakhir April.

Dalam pelaksanaan sensus nanti, wilayah perkotaan akan menjadi prioritas awal pendataan karena banyak terdapat pelaku usaha menengah dan besar. Sementara untuk wilayah pedalaman yang sebagian besar bergerak di sektor pertanian tetap akan didata secara menyeluruh.

Suwarni menambahkan, target pendataan usaha yang sebelumnya tercatat sekitar 27 ribu unit usaha kemungkinan mengalami perubahan. Hal ini disebabkan adanya perkembangan usaha di Mimika, seperti kios-kios yang berkembang menjadi ruko sehingga skala usahanya meningkat dari kecil menjadi menengah.

BPS Mimika juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha dan masyarakat agar menerima dengan baik petugas sensus yang datang melakukan pendataan. Para petugas nantinya akan menggunakan identitas resmi sebagai Mitra BPS Kabupaten Mimika.

Adapun tahapan pendataan akan dimulai pada bulan Mei untuk Usaha Menengah dan Besar (UMB). Selanjutnya, pada bulan Juni hingga Juli pendataan akan difokuskan pada usaha mikro dan kecil, termasuk yang berada di wilayah pedalaman.

Sementara itu, kendala yang biasanya dihadapi dalam proses pendataan terutama terjadi di wilayah pedalaman, seperti kondisi cuaca dan gelombang laut yang dapat menghambat mobilitas petugas. Selain itu, masih ada sebagian masyarakat yang terkadang menolak memberikan data, meskipun sebagian besar masyarakat menerima dengan baik proses pendataan tersebut. (SAN)

Rekomendasi Berita