UEA Sebut Konflik Timur Tengah Sebagai Momen Bersejarah yang Penuh Tantangan

  • 28 Feb 2026 21:53 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah dinilai sebagai “momen bersejarah yang penuh tantangan”, menurut pejabat senior Uni Emirat Arab yang memberikan pernyataan kepada CNN.

Penasihat Presiden UEA Anwar Gargash menyatakan bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah saat ini belum dapat dijamin, bahkan menurutnya negara-negara di kawasan telah gagal menjaga keamanan regional.

Ia menegaskan bahwa negara-negara Timur Tengah perlu bekerja sama dengan Amerika Serikat serta Iran untuk menciptakan stabilitas keamanan kawasan.

Gargash menyatakan bahwa UEA, yang sempat menjadi salah satu target serangan balasan Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 setelah serangan terhadap Israel dan Amerika Serikat, tidak dapat memprediksi perkembangan konflik secara pasti.

Ia juga menyampaikan kekecewaan atas meluasnya eskalasi konflik, khususnya karena keterlibatan wilayah negara tetangga. Namun, Gargash menegaskan bahwa ketegangan kawasan harus dihindarkan dari konfrontasi militer yang dampaknya belum sepenuhnya dapat diperkirakan.

Menurutnya, meskipun program nuklir dan rudal Iran dipandang sebagai ancaman terhadap stabilitas regional, penyelesaian konflik tetap harus ditempuh melalui jalur politik dan perundingan diplomatik.

UEA juga mengaku tidak memperoleh pemberitahuan awal mengenai operasi militer tersebut, meskipun pihaknya telah memperkirakan potensi eskalasi berdasarkan dinamika negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Rekomendasi Berita