Serangan AS–Israel Targetkan Sejumlah Wilayah di Iran dan Timur Tengah
- 28 Feb 2026 21:45 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi di Iran serta beberapa wilayah lain di kawasan Timur Tengah pada Sabtu 28 Februari 2026.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa beberapa kota di wilayah tengah dan barat laut Iran menjadi sasaran serangan udara. Citra satelit menunjukkan kepulan asap hitam dari kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran di Teheran.
Melansir dari CNN, kompleks tersebut diketahui merupakan pusat simbolik dan strategis dalam struktur pemerintahan Iran. Hingga saat ini belum ada kepastian apakah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei berada di lokasi saat serangan terjadi.
Video yang terverifikasi lokasinya menunjukkan bahwa sebuah rudal menghantam pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain.
Selain itu, laporan tim media internasional mencatat terdengarnya beberapa ledakan di wilayah Israel, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Sebagian ledakan diduga merupakan hasil pencegatan rudal.

Serangan Amerika Serikat dan Israel disebut menargetkan kepemimpinan Iran, termasuk presiden dan kepala angkatan bersenjata negara tersebut. Informasi dari sumber media internasional menyebutkan bahwa operasi militer AS kemungkinan akan berlangsung selama beberapa hari.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut kampanye militer tersebut sebagai operasi besar dan berkelanjutan. Ia juga menyerukan perubahan pemerintahan di Iran serta mengingatkan potensi korban jiwa dari pihak Amerika Serikat.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan sejumlah target Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah. Ledakan juga dilaporkan terjadi di UEA, Bahrain, dan Qatar. Di Dubai, seluruh penerbangan dilaporkan sempat ditangguhkan.
Uni Emirat Arab menyebut konflik tersebut sebagai momen bersejarah yang menunjukkan kegagalan diplomasi global dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sejumlah negara sekutu Amerika Serikat menyatakan keprihatinan terhadap eskalasi konflik, sementara beberapa negara Arab mengutuk aksi balasan militer Iran yang memperburuk ketegangan regional.