Pemimpin Dunia Bereaksi terhadap Serangan AS–Israel ke Iran
- 28 Feb 2026 21:37 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Semakin banyak pemimpin internasional menyampaikan reaksi terhadap serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.
Dilansir dari CNN, Ketua Dewan Eropa António Costa dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut serangan tersebut “sangat mengkhawatirkan”. Keduanya mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri, melindungi warga sipil, dan menghormati hukum internasional.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyatakan bahwa eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi membawa dampak serius bagi perdamaian global.
Ia juga meminta Iran untuk mempertimbangkan negosiasi terkait program nuklir dan aktivitas balistiknya guna meredakan ketegangan regional.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, menolak aksi militer sepihak yang dilakukan AS dan Israel karena dinilai memperburuk ketidakpastian tatanan internasional.
Ia juga mengecam tindakan militer Iran dan Garda Revolusi Iran, serta menegaskan bahwa dunia tidak mampu menanggung konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodríguez Parrilla, mengecam serangan tersebut dan menyebut aksi militer itu melanggar perdamaian internasional serta hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, menyatakan penyesalan karena upaya diplomasi sebelumnya gagal mencapai kesepakatan, meskipun Belgia memahami alasan keamanan yang melatarbelakangi situasi tersebut.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyatakan dukungan terhadap upaya Amerika Serikat untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan menjaga stabilitas keamanan internasional.
Pemerintah Jepang melalui Kementerian Luar Negeri Jepang menyoroti dampak konflik Timur Tengah terhadap keamanan energi global dan terus memantau perkembangan situasi.
Diplomat Rusia Mikhail Ulyanov menyebut bahwa eskalasi serangan AS dan Israel terhadap Iran berpotensi memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.