Ketegangan AS-Iran Berpotensi Memengaruhi Stabilitas Pasar Global
- 28 Feb 2026 21:23 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan dapat memengaruhi dinamika pasar dunia, terutama pada sektor energi dan keuangan global.
Serangan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu 28 Februari 2026 dilaporkan menargetkan sejumlah posisi strategis di Iran. Konflik tersebut memicu respons Iran yang meluncurkan rudal ke arah Israel, memperbesar kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Dikutip dari Reuters, Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa aksi militer tersebut bertujuan mengurangi ancaman keamanan sekaligus memberikan tekanan politik terhadap pemerintahan Iran.
Para analis pasar memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan yang mengganggu rantai pasokan energi dapat mendorong harga minyak dunia naik hingga sekitar 100 dolar AS per barel. Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan inflasi global sekitar 0,6 hingga 0,7 persen.
Ketegangan geopolitik juga meningkatkan volatilitas pasar keuangan dunia yang sejak awal tahun mengalami fluktuasi cukup tajam. Indeks volatilitas saham global yang tercermin pada indikator pasar seperti VIX dilaporkan meningkat sekitar sepertiga, sementara volatilitas obligasi Amerika Serikat turut naik sekitar 15 persen.
Menurut catatan analis Commonwealth Bank of Australia (CBA), pasar mata uang kemungkinan ikut terdampak. Indeks dolar sempat turun sekitar satu persen selama periode konflik sebelumnya, namun biasanya pemulihan terjadi dalam tiga hingga empat hari.
Jika konflik berlangsung lebih lama dan mengganggu pasokan energi global, dolar Amerika Serikat diperkirakan dapat menguat terhadap sebagian besar mata uang utama kecuali yen Jepang dan franc Swiss.
Nilai tukar shekel Israel menjadi faktor penting dalam perkembangan pasar karena konflik langsung antara Iran dan Israel memengaruhi sentimen investasi. Pada konflik sebelumnya, mata uang Israel sempat melemah sekitar lima persen sebelum akhirnya pulih setelah situasi mereda.
JPMorgan Chase & Co. memperingatkan bahwa dampak konflik saat ini dapat berbeda apabila ketegangan berkepanjangan dan memicu operasi militer yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan kelompok proksi yang terkait dengan Iran.