Enam Unit Huntara Diserahkan untuk Korban Bencana di Pante Ceureumen
- 10 Mar 2026 20:35 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyerahkan enam unit hunian sementara (huntara) kepada masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Gampong Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, Selasa, 10 Maret 2026. Hunian tersebut diperuntukkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Penyerahan kunci hunian sementara dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, dan turut disaksikan unsur Forkopimda serta para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Selain menyediakan tempat tinggal sementara, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.
Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan, hunian sementara tersebut akan ditempati warga hingga pembangunan hunian tetap (huntap) yang menjadi kewenangan pemerintah pusat dapat direalisasikan.
“Untuk sementara masyarakat menempati huntara ini sambil menunggu pembangunan hunian tetap oleh pemerintah pusat. Kami juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap diperhatikan melalui bantuan sembako,” ujar Tarmizi.
Menurutnya, pembangunan huntara di beberapa lokasi lain, seperti di Gampong Lawet, mengalami sedikit keterlambatan akibat kendala teknis dan akses distribusi material yang cukup sulit.
Ia menjelaskan, akses menuju wilayah tersebut harus melewati jembatan gantung yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat harus melalui jalur memutar yang lebih jauh.
“Huntara di Lawet sedikit terlambat karena akses menuju lokasi cukup sulit. Material harus melewati jembatan gantung yang hanya bisa dilalui sepeda motor,” katanya.
Tarmizi berharap keberadaan hunian sementara yang dibangun melalui dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut dapat memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat terdampak, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Pemerintah daerah juga terus mendorong percepatan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat korban bencana. Secara keseluruhan, sebanyak 49 unit hunian telah direncanakan dalam program penanganan pascabencana tersebut.
Selain pembangunan hunian, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga mengusulkan program penguatan kebun masyarakat serta pembangunan tanggul pengaman dengan nilai usulan mencapai Rp200 miliar guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Bupati Aceh Barat juga mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih dapat terjadi di wilayah tersebut.
Dalam proses penanganan bencana hingga pemulihan wilayah terdampak, Tarmizi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai pihak lainnya.
“Kolaborasi semua pihak sangat membantu, mulai dari penanganan darurat hingga proses pemulihan masyarakat pascabencana,” katanya.