BMKG: El Niño Muncul Pertengahan 2026, Kemarau Diprediksi Lebih Awal
- 10 Mar 2026 09:08 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi munculnya fenomena El Niño pada pertengahan hingga akhir tahun 2026. Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fase La Niña lemah pada Februari 2026 yang kini telah bergeser ke fase netral.
Hal tersebut disampaikan Petugas BMKG Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Rijal Sains Fikri, Selasa 10 Maret 2026, di Nagan Raya. Menurutnya, perubahan kondisi iklim global tersebut berpotensi memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah Indonesia.
Rizal menjelaskan, musim kemarau pada tahun 2026 diperkirakan akan datang lebih awal dibandingkan rata-rata klimatologinya. Sekitar 16 persen wilayah Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau sejak April 2026.
"Potensi kemunculan El Niño pada tahun ini berada pada kategori lemah hingga moderat dan diperkirakan terjadi pada semester kedua tahun 2026," ujar Rizal.
Ia menambahkan, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 yang berpotensi berdampak pada lebih dari 60 persen wilayah Indonesia. Kondisi tersebut dapat memicu cuaca yang lebih panas dan kering dari biasanya.
Menurutnya, fenomena El Niño juga berpotensi menimbulkan sejumlah dampak, seperti meningkatnya risiko kekeringan, gangguan pada sektor pertanian yang dapat memicu gagal panen, hingga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain itu, BMKG memprediksi durasi musim kemarau di sekitar 57,2 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia akan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.
Rizal mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan langkah-langkah mitigasi sejak dini, terutama dalam pengelolaan cadangan air serta penyesuaian jadwal tanam bagi para petani.
"Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi kondisi ini dengan mempersiapkan pengelolaan sumber daya air serta menyesuaikan pola tanam agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan," kata Rizal.