Desa Suak Timah Raih Apresiasi Budaya Nasional 2025

  • 12 Feb 2026 20:30 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh : Gampong Suak Timah, Kabupaten Aceh Barat, meraih Apresiasi Desa Budaya Nasional Tahun 2025 dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia atas keberhasilannya menjalankan pemajuan kebudayaan berbasis masyarakat secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, kita sudah mendapatkan penghargaan tersebut," ujar Mukhsin, ST penerima penghargaan perwakilan desa, Kamis 12 Februari 2026.

Apresiasi tersebut diserahkan pada 8 Februari 2026 di Huta Sinapuran, Desa Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Penghargaan diserahkan langsung oleh Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, didampingi Ahmad Mahendra, M.Tr.AP, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Apresiasi kepada Gampong Suak Timah Kabupaten Aceh Barat diberikan dalam bentuk plakat penghargaan yang diterima oleh Mukhsin, ST serta piagam penghargaan yang diterima oleh Drs. Afdhal selaku Keuchik Gampong Suak Timah.

Apresiasi Desa Budaya merupakan bentuk pengakuan negara terhadap desa yang dinilai mampu menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan, sebab Program ini mendorong desa menempatkan kebudayaan tidak hanya sebagai warisan masa lalu, tetapi sebagai ekosistem hidup yang memperkuat identitas, kohesi sosial, dan kesejahteraan masyarakat, dengan masyarakat sebagai subjek utama pengelolaan kebudayaan.

Mukhsin menjelaskan, Kamis 12 Januari 2026 mengatakan sejak 2024 dirinya mendampingi masyarakat Gampong Suak Timah dalam melakukan pemetaan ekosistem budaya lokal secara partisipatif, meliputi tradisi, pengetahuan lokal, pelaku budaya, serta ruang-ruang budaya desa. Proses tersebut melibatkan pemerintah desa, pemuda, pelaku budaya, dan seluruh warga.

"Kebudayaan merupakan milik kita bersama dan sudah sepantasnya dijaga secara kolektif. Kami berharap Pemerintah Daerah dapat mendukung komitmen serta konsep pemajuan kebudayaan yang kami jalankan. Sebab, pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada fisik, tetapi juga harus menyentuh pembangunan karakter masyarakat yang berakar pada nilai-nilai budaya melalui penguatan kapasitas dan potensi lokal warga,” ujar Mukhsin.

Hasil pemetaan kemudian diaktifkan melalui Festival Nipah pada 2025 sebagai upaya menggerakkan potensi budaya lokal desa. Festival ini dirancang dengan pendekatan partisipatif, menempatkan warga Gampong Suak Timah sebagai subjek pengelolaan kebudayaan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Sementara itu, Drs. Afdhal, Keuchik Gampong Suak Timah, menegaskan peran pemerintah desa dalam pemajuan kebudayaan. “Kami selaku pemerintah desa sudah sepantasnya memfasilitasi dan mendorong partisipasi warga dalam upaya pengelolaan potensi budaya desa,” ujarnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita