Indonesia Berkomitmen Majukan Kesehatan Finansial Global

  • 29 Sep 2025 15:24 WIB
  •  Meulaboh

KBRN, New York: Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan Indonesia memiliki komitmen untuk memajukan kesehatan finansial global. Demikian disampaikannya pada pertemuan tingkat tinggi terkait kesehatan finansial dunia di New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (25/9/2025).

Pertemuan tersebut dipimpin Penasihat Khusus Sekjen PBB Bidang Finansial Inklusif untuk Pembangunan, Ratu Máxima dari Belanda. Pada kesempatan itu juga ditekankan pentingnya isu kesehatan finansial global bagi pembangunan berkelanjutan.

Menlu juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ratu Máxima atas perpanjangan mandatnya sebagai Penasihat Khusus (Special Advocate) Sekjen PBB. Dia juga menyambut baik kunjungan istri Raja Willem Alexander itu pada November 2025.

Sugiono menegaskan kesehatan finansial merupakan kunci bagi ketahanan masyarakat. Dia menyampaikan kemajuan Indonesia dalam literasi keuangan yang meningkat menjadi 49,7 persen pada 2023.

Menlu juga menyampaikan keberhasilan Indonesia memperluas inklusi keuangan, dengan kepemilikan rekening orang dewasa sebesar 85 persen pada 2021. "Ini berarti naik dari 35 persen pada 2011 karena didukung pemanfaatan keuangan digital," katanya.

Menurut Sugiono, inklusi perlu berkembang menjadi kesehatan finansial yang sesungguhnya mencakup penggunaan, ketahanan, dan pemberdayaan. Indonesia juga menyambut baik pengakuan atas isu kesehatan finansial dalam Compromiso de Sevilla.

Ini merupakan dokumen hasil konperensi internasional tentang keuangan untuk pembangunan yang berlangsung di Sevilla, Spanyol, pada Juni-Juli 2025. Tujuannya untuk mengurangi kesenjangan pembiayaan pembangunan untuk negara-negara berkembang.

Terkait usulan pembentukan Group of Friends on Financial Health, Menlu menekankan pentingnya kebermanfaatan nyata platform tersebut. "Indonesia siap berkontribusi aktif dalam upaya tersebut,” ucapnya.

Rekomendasi Berita