Ketua Dewas LPP RRI Ingatkan Kemandirian Institusi
- 17 Des 2025 09:27 WIB
- Merauke
RRI.CO.ID,Merauke: Ketua dewan Pengawas LPP RRI Anwar Mujahid Adhy Trisnanto mengapresiasi penyusunan Renstra LPP RRI yang menelan waktu lebih dari 500 hari. Proses ini sekaligus menjadi pembelajaran bagi jajaran LPP RRI tentang aspek-aspek managemen.
LPP RRI harus mengempakan paradikma baru yang menjadikan produksi dan distribusi konten , teknologi, dan marketing, sebagai wilayah fokus yang hendaknya mulai saat ini dikembangkan.
LPP RRI sesungguhnya memiliki potensi besar dengan jaringan yang luas, kepercayaan publik, kedekatan kepada Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah, pemahaman tentang karakter dan kearifan lokal, nilai-nilai kejuangan, kebangsaan, yang lekat pada sejarah kelahiran RRI.
Sebaliknya proses yang terjadi saat ini juga mengingatkan LPP RRI tentang tantangan transformasi teknologi, transformasi budaya, yang menciptakan gelombang disrupsi.
Menghadapi tantangan di era disrupsi ini, Ketua Dewas Anwar Mujahid Adhy Trisnanto mengingatkan semua angkasawan RRI agar harus memiliki optimism yang kuat dengan berpedoman pada Renstra dan visi LPP RRI.
RRI juga dituntu mandiri, mengurangi ketergantungan kepada APBN, menggali sumber-sumber pendapatan alternatif, sebagaimana sebenarnya sudah ditegaskan Dewan Pengawas dalam Kebijakan LPP RRI 2021-2026.
Tidak berarti usaha untuk tetap menjaga dukungan APBN, dan melakukan penguatan reason to believe Pemerintah diabaikan. Itu wajib tetap kita lakukan. “ Kemarin saya menyampaikan berbagai peluang pemanfaatan potensi yang kita (RRI) miliki, Marilah kita serius memperkuat peran marketing kita, memacu tumbuhnya semangat entrepreneurship di antara semua pegawai kita, membentuk team marketing yang tangguh, mendesain model bisnis baru dengan mengeksplorasi semua modalitas yang kita miliki dengan maksimal, jangan pernah mengklaim keberhasilan dari kebetulan-kebetulan yang terjadi. Contohnya, peningkatan PNBP yang signifikan dan tiba-tiba dari Satker Pekanbaru karena asetnya disewa untuk toko swalayan. Sebaliknya, peristiwa itu membuka mata semua Kepsta di seluruh penjuru tanah air, yang punya tanggungjawab meningkatkan PNBP, bahwa peluang semacam itu ada di depan mata.” Penegasan Ketua Dewan Pengawas.