BPS Sumut Kembangkan Pasada untuk Integrasi Data

  • 13 Mar 2026 10:04 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara (Sumut) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sumut mengembangkan satu data tunggal kebencanaan melalui Portal Anjungan Satu Data Daerah (Pasada). Data tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah dalam pengambilan keputusan pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Portal ini mengintegrasikan dan menyatukan semua data, termasuk kondisi bencana yang sudah ditampilkan dan bisa diakses melalui dashboard kebencanaan di portal ini,” kata Kepala BPS Sumut, Asim Saputra pada konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Kamis 12 Maret 2026.

Portal ini tidak hanya memuat data BPS, tetapi juga menggabungkan berbagai data dari dinas, perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan. Seluruh data telah ditransformasikan agar lebih menarik dan mudah diakses oleh pengguna layanan.

“Untuk data bencana ini sangat penting agar kita bisa memastikan kalau pada saat bencana kita sudah siap untuk mengecek infrastruktur yang rusak, sekolah yang roboh dan sebagainya. Sehingga data ini sangat mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang terjadi di Sumut,” kata Asim.

Asim menyebut portal ini tidak hanya memuat data dampak bencana terbaru di Sumut, tetapi juga menyajikan data dampak bencana periode 2020–2023. Meliputi jumlah korban, kerusakan infrastruktur seperti rumah, lahan pertanian, ternak, hingga fasilitas umum.

Portal tersebut terbuka dan dapat diakses oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta, akademisi, hingga media. Selain itu, BPS Sumut juga telah melakukan pemetaan terhadap UMKM yang terdampak bencana melalui ground check, saat pendataan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Kami juga sudah mentracking bangunan usaha yang rusak, yang masih beroperasi ataupun yang sudah tidak ada. Semua sudah kami kunjungi saat ground check di daerah bencana seperti Tapteng dan Tapsel. Data ini nantinya akan kami jadikan pedoman untuk sensus ekonomi 2026,” kata Asim.

Selain data tunggal kebencanaan, portal Pasada juga mengembangkan dashboard data pengguna narkoba di Sumut. Sumber datanya berasal dari pihak keamanan seperti Babinsa dan Babinkamtibmas.

"Babinsa dan Babinkamtibmas ini mengetahui persis bagaimana korban narkoba dengan mapping di wilayah desa. Jadi tools-nya disiapkan BPS, operasionalnya nanti oleh BNN provinsi,” ucap Asim.

Ia berharap melalui portal tersebut, seluruh data penting dapat terintegrasi. Sehingga dapat dianalisis untuk kebutuhan perencanaan pembangunan Sumut yang berbasis data.

“Portal ini menjadi sistem terintegrasi yang memungkinkan perangkat daerah Provinsi Sumatra Utara mengelola dan mempublikasikan data. Sehingga data dapat diakses secara terbuka dalam berbagai visualisasi yang menarik,” ujar Asim.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita