BPS akan Mendata Dua Juta Pelaku Usaha di Sumut dalam Sensus Ekonomi 2026

  • 13 Mar 2026 08:44 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Utara (Sumut) akan melaksanakan Sensus Ekonomi pada Mei hingga Agustus 2026. Sensus ini menyasar dua juta pelaku usaha, mulai dari usaha besar, UMKM, hingga bisnis berbasis online.

Kepala BPS Sumut Asim Saputra mengatakan, sensus ini penting untuk memotret struktur perekonomian Indonesia. Termasuk perkembangan ekonomi digital secara riil.

"Jika dulu perkembangan usaha bisa dilihat dari toko-toko fisik, saat ini banyak usaha berkembang melalui platform digital,” ucap Asim saat temu pers Sensus Ekonomi 2026, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Kamis 12 Maret 2026.

Asim menyebut sekitar dua juta pelaku usaha akan didata dalam sensus tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 1,5 juta pelaku usaha telah teridentifikasi, sementara sekitar 300 hingga 500 ribu lainnya masih belum terdata secara jelas.

"Ada dua juta pelaku usaha yang akan dichecking, sudah ada 1,5 juta yang dichecking. Sekitar 300-500 ribu pelaku usaha belum kita kenali. Usaha ada di rumah-rumah, kafe dengan sistem daring. Ini juga sasaran utama untuk sensus ekonomi 2026," kata Asim.

Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Sumut menyiapkan sekitar 13.000 petugas lapangan. Petugas ini nantinya akan melakukan pendataan secara langsung.

"Dengan sensus ini maka data ekonomi semakin clear. Sekitar 2,5 bulan melakukan pendataan door to door, target dua juta pelaku usaha bisa diselesaikan selama 2,5 bulan,” ujar Asim.

Cakupan lapangan usaha yang akan disensus meliputi sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin. Kemudian pengelolaan air dan air limbah, pengolahan dan pemulihan material sampah, aktivitas remediasi, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, real estate, kesenian, hiburan dan rekreasi, serta berbagai sektor usaha lainnya.

Rekomendasi Berita