Pemkot Mataram Siapkan Mutasi Isi Jabatan Kosong

  • 13 Mar 2026 15:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram- Pemerintah Kota Mataram mulai mematangkan persiapan mutasi pejabat tahap kedua untuk mengisi sejumlah jabatan strategis yang saat ini kosong. Langkah ini dilakukan setelah adanya pejabat yang pensiun, promosi, maupun berpindah jabatan.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, mengatakan proses pemetaan jabatan tengah dilakukan secara cermat agar penempatan pejabat sesuai dengan pangkat dan kualifikasi.

Menurut Alwan, pemerintah daerah tidak ingin terburu-buru dalam melakukan perombakan struktur birokrasi. Saat ini pihaknya masih menginventarisasi seluruh posisi yang kosong sebelum diajukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

“Banyak jabatan yang kosong sekarang, ada yang pensiun dan ada juga yang promosi. Kami sedang memetakan semuanya dulu sebelum mengusulkan figur yang tepat sesuai pangkat dan kualifikasinya,” ujarnya, Jumat 13 Maret 2026.

Ia memberi sinyal kuat bahwa pelantikan pejabat dalam jumlah besar kemungkinan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri. Saat ini pemerintah kota masih menunggu proses persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara, khususnya untuk beberapa jabatan yang memerlukan rekomendasi pusat.

“Proses pengajuan pertek sudah berjalan, terutama untuk posisi kepala sekolah yang jumlahnya cukup banyak, sekitar 42 orang,” jelasnya.

Selain jabatan kepala sekolah, posisi lain yang masuk dalam tahap awal mutasi adalah Inspektur. Setelah itu, perombakan akan berlanjut pada pejabat eselon III dan IV, termasuk camat, lurah, hingga sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dua posisi camat saat ini kosong, sekretaris OPD juga banyak yang lowong, termasuk beberapa kepala bidang dan lurah. Karena itu prosesnya harus dilakukan secara bertahap,” katanya.

Dalam proses perombakan birokrasi tersebut, Pemkot Mataram menggunakan aplikasi MyASN sebagai rujukan utama untuk memastikan penerapan sistem merit. Alwan menegaskan data dalam aplikasi tersebut menjadi dasar dalam menilai rekam jejak dan kompetensi pegawai.

“Basis data di MyASN menjadi acuan utama menuju merit system. Karena itu kami meminta seluruh pegawai terus memperbarui data mereka secara berkala,” pungkasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita