Harga Sembako di Pasar Tana Mira Stabil, Cabai Fluktuatif

  • 13 Mar 2026 14:19 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa Barat - Lorong-lorong Pasar Tana Mira, Kabupaten Sumbawa Barat, tampak ramai pada Jumat pagi, 13 Maret 2026. Di tengah aktivitas tawar-menawar pedagang dan pembeli, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah menyusuri deretan lapak pedagang.

Kunjungan itu menjadi bagian dari agenda Safari Ramadan pemerintah provinsi. Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal berdialog langsung dengan para pedagang untuk memantau perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan di pasar tradisional tersebut.

Satu per satu komoditas ditanyakan. Cabai, minyak goreng, beras, gula hingga kacang-kacangan. Gubernur ingin memastikan kondisi harga kebutuhan pokok tetap terkendali di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat selama Ramadan.

“Harga gula, minyak goreng, kemudian beras relatif stabil, bahkan sebagian di bawah harga acuan. Artinya, dengan kemampuan pemerintah melalui Bulog melakukan intervensi pasar, harga tetap bisa terjaga,” kata Iqbal.

Namun situasi berbeda terjadi pada komoditas cabai. Menurut Iqbal, harga cabai masih kerap berfluktuasi karena sepenuhnya mengikuti mekanisme pasar. Kondisi itu juga diperparah faktor cuaca yang tidak menentu.

Ia menjelaskan sebagian petani masih menunda panen sambil menunggu kondisi cuaca yang lebih stabil. Penundaan panen tersebut berdampak langsung pada ketersediaan pasokan di pasar.

Untuk mengantisipasi gejolak harga ke depan, Pemerintah Provinsi NTB tengah menyiapkan program penguatan produksi cabai dengan melibatkan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di seluruh daerah.

Lebih dari 200 sekolah direncanakan menjadi pusat-pusat produksi cabai. Pemerintah berharap sekolah dapat menjadi penggerak—atau champion—komoditas hortikultura tersebut di NTB.

Di sisi lain, pemerintah provinsi juga mendorong petani di setiap kabupaten dan kota meningkatkan produksi hortikultura. Upaya ini ditujukan untuk menjaga pasokan pangan sekaligus menahan gejolak harga di pasar.

Rekomendasi Berita