Sempat Terkendala, Pengolahan Sampah MASARO Senteluk Kini Kembali Optimal

  • 13 Mar 2026 09:54 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Sistem pengelolaan sampah berbasis MASARO (Manajemen Sampah Zero) kembali menjadi sorotan setelah sempat mengalami kendala teknis di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Senteluk, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat pun bergerak cepat memastikan operasional pengolahan sampah tersebut kembali berjalan optimal.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Lombok Barat melakukan kunjungan langsung ke TPST Senteluk, Kamis, 12 Maret 2026 untuk mengklarifikasi kondisi operasional sistem MASARO yang sebelumnya sempat berhenti sementara akibat gangguan pada mesin pengolahan sampah.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan kendala teknis telah dilakukan dengan baik sekaligus memastikan seluruh proses pengolahan sampah dapat kembali berjalan secara maksimal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat, Busyairi, menjelaskan proses pengolahan sampah di fasilitas MASARO dilakukan secara teliti melalui tahapan pemilahan antara sampah organik dan anorganik sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.

“Melalui proses pemilahan tersebut, sampah dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat seperti pupuk kompos, pupuk organik cair, hingga pestisida cair sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dengan residu yang sangat minim,” ujarnya.

Busyairi juga memastikan operasional MASARO akan terus dioptimalkan ke depan. Ia menegaskan setiap kendala teknis yang muncul akan segera ditangani melalui koordinasi cepat dengan pihak terkait.

“Kami pastikan seluruh tim bekerja maksimal agar pengolahan sampah di MASARO dapat berjalan dengan baik sehingga memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Lombok Barat,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Kepala Diskominfotik Lombok Barat Rizky Bani Adam mengatakan sistem MASARO merupakan salah satu solusi strategis pemerintah daerah dalam menjawab persoalan sampah yang terus meningkat.

“Konsep MASARO dirancang dengan prinsip residu nol. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair, sedangkan sampah anorganik diproses melalui pembakaran terkendali yang hasilnya dapat dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai bahan pestisida cair,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Lombok Barat untuk berperan aktif mendukung sistem pengelolaan sampah tersebut dengan mulai melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

“Partisipasi masyarakat sangat penting. Jika masyarakat sudah terbiasa memilah sampah organik dan anorganik dari rumah, maka proses pengolahan di TPST akan jauh lebih efektif dan ramah lingkungan,” katanya.

Rekomendasi Berita