Gubernur NTB Perkuat Pendidikan Disabilitas di Sumbawa

  • 12 Mar 2026 14:40 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan komitmen pemerintah daerah memperkuat pendidikan bagi penyandang disabilitas saat mengunjungi SLBN 1 Sumbawa, Kamis, 12 Maret 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadan di Kabupaten Sumbawa.

Iqbal disambut permainan angklung dari para siswa sebelum meninjau sejumlah fasilitas sekolah. Dalam kesempatan itu, ia meresmikan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang keterampilan, serta ruang kelas yang telah direvitalisasi melalui anggaran 2025.

Revitalisasi tersebut diharapkan meningkatkan kualitas sarana belajar bagi siswa berkebutuhan khusus. “Mudah-mudahan secara bertahap semua sekolah bisa direvitalisasi. Silakan siapkan datanya agar kebutuhan yang ada bisa kita lihat,” kata Iqbal.

Selain bangunan, perbaikan juga mencakup penambahan fasilitas pendukung, seperti perlengkapan layanan kesehatan di ruang UKS dan sarana pembelajaran lainnya.

Dalam kunjungan itu, Iqbal berdialog dengan siswa, guru, dan pengelola sekolah untuk mendengar langsung kebutuhan serta tantangan yang dihadapi dalam proses pendidikan.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada sarana pendidikan, tetapi juga pada masa depan para lulusan sekolah luar biasa. “Anak-anak kita di SLB memiliki potensi besar. Pemerintah harus memastikan mereka mendapat pendidikan yang baik sekaligus peluang untuk mandiri setelah lulus,” ujarnya.

Iqbal juga meninjau kegiatan keterampilan siswa, mulai dari membatik, menyablon kaos hingga produksi berbagai karya kreatif. Ia sempat mengamati siswa yang membatik menggunakan canting di atas kain putih.

Guru sekolah menjelaskan, siswa tuna rungu umumnya memiliki tingkat fokus tinggi saat mengerjakan aktivitas tertentu. Menanggapi hal itu, Iqbal mendorong sekolah mengembangkan keterampilan di bidang kreatif, termasuk desain komunikasi visual.

“Dengan tingkat fokus yang mereka miliki, hasilnya bisa sangat baik,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTB juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk memperkuat dukungan terhadap sekolah luar biasa. Salah satunya dengan memfasilitasi kerja sama antara sekolah dan Bank NTB Syariah guna membuka akses permodalan bagi alumni yang ingin berwirausaha.

Selain itu, pemerintah akan mengkaji penyediaan kendaraan antar-jemput bagi siswa serta mengevaluasi kondisi asrama bagi peserta didik yang berasal dari luar daerah. Iqbal juga meminta sekolah memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan komunitas untuk membantu pemasaran produk karya siswa.

“Produk-produk siswa SLB memiliki nilai ekonomi. Kita perlu membuka akses pasar agar karya mereka dikenal masyarakat,” ujarnya.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap pendidikan inklusif di NTB tidak hanya memperkuat akses belajar bagi penyandang disabilitas, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi bagi mereka di masa depan.


Rekomendasi Berita