Beginilah Penampakan Jalan Lintas Nunggi- Ntoke Bima

  • 13 Mar 2026 13:16 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima – Kondisi jalan Lintas Nunggi–Ntoke di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kini memprihatinkan. Ruas jalan tersebut dipenuhi genangan air, batu, dan lumpur hingga menyerupai aliran sungai setelah diterjang banjir pada Kamis 12 Maret 2026 malam.

Material banjir yang menutupi permukaan jalan membuat akses transportasi warga terganggu. Selain itu, kondisi tersebut juga menimbulkan potensi kecelakaan lalu lintas bagi para pengguna jalan yang melintas.

Jalan ini merupakan jalur utama yang setiap hari digunakan masyarakat, khususnya warga Desa Ntoke, untuk beraktivitas. Namun saat ini, sebagian warga terpaksa berjalan kaki karena kendaraan sulit melintas akibat lumpur dan batu yang menutup badan jalan.

Salah satu warga Desa Ntoke, Gunawan, mengatakan kondisi jalan saat ini sangat memprihatinkan. Menurutnya, material banjir berupa batu dan lumpur hampir menutup seluruh permukaan aspal.

“Kondisi jalan Lintas Nunggi–Ntoke sangat buruk. Genangan air, lumpur dan batu memenuhi ruas jalan. Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah untuk segera memperbaiki kondisi jalan yang sangat memprihatinkan ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melaporkan banjir juga melanda sejumlah desa di Kecamatan Wera, yakni Desa Ntoke, Desa Bala, dan Desa Tawali.

Di Desa Ntoke, banjir dengan ketinggian sekitar 20 hingga 50 sentimeter sempat menutup ruas jalan desa sepanjang kurang lebih 150 meter. Air bercampur lumpur dan batu menghambat arus kendaraan yang melintas di wilayah tersebut.

Sementara di Desa Bala, banjir setinggi 20 hingga 70 sentimeter merendam 25 rumah warga yang dihuni 25 kepala keluarga atau sekitar 92 jiwa. Selain permukiman, genangan air juga merendam satu fasilitas ibadah yakni Masjid Al Ikhlas di Dusun Radu serta sejumlah jalan lingkungan.

Di Desa Tawali, luapan air sungai dan drainase menggenangi ruas jalan lintas Wera–Bima sepanjang sekitar 85 meter sehingga sempat menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, mengatakan kondisi banjir di sejumlah wilayah tersebut kini telah berangsur surut. Warga bersama aparat desa juga mulai melakukan pembersihan lumpur dan sampah yang terbawa arus banjir.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini kami masih melakukan pendataan terhadap dampak banjir, terutama pada lahan pertanian dan infrastruktur,” jelasnya.

Rekomendasi Berita