Dishub Bima Rencana Jajaki Kerja Sama dengan Bandara
- 12 Mar 2026 11:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Bima - Berbagai langkah yang diambil Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk meningkatkan pendapatan parkir tahun 2026. Salah satunya melakukan rancangan atau rencana kerjasama dengan pihak lain. Seperti pengelolaan parkir di kawasan bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bima, A. Rifai mengakui saat ini pihaknya tengah berupaya menjalin kerjasama dengan pihak kedua. Seperti bandara dan sektor lainnya.
"Kami lagi mencoba menjajaki kerja sama dengan bandara," kata A.Rifai, Kamis 12 Maret 2026.
Hanya saja saat ini, pemerintah daerah belum dapat mengelola parkir di area bandara karena kewenangan berada di pihak pengelola bandara.
"Kalau sekarang masih proses negosiasi. Kami berharap bisa ada kerja sama, terutama untuk area kendaraan di luar portal bandara," ucapnya menegaskan.
Diberitakan sebelumnya, Dishub terus berupaya meningkatkan pendapatan daerah dari sektor parkir. Pada tahun 2026 ini, target retribusi parkir dipastikan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Kenaikan target tersebut dilakukan dengan menata kembali sistem pengelolaan parkir yang ada di sejumlah titik strategis.
Menurutnya, pengelolaan parkir di Kabupaten Bima dibagi menjadi dua kategori, yaitu parkir tepi jalan dan parkir tempat khusus. Kedua kategori tersebut memiliki besaran setoran yang berbeda sesuai tingkat keramaian lokasi.
“Setoran parkir tidak bisa disamaratakan. Ada yang Rp500 ribu sampai Rp700 ribu, tergantung tingkat keramaian dan aktivitas masyarakat di lokasi tersebut," bebernya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini jumlah titik parkir yang dikelola pemerintah daerah masih terbatas. Oleh karena itu, Dishub lebih fokus pada lokasi yang memiliki potensi kunjungan masyarakat tinggi.
Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian di antaranya wilayah Sila, Sape dan Woha. Di daerah tersebut terdapat pasar dan pusat aktivitas masyarakat yang membutuhkan area parkir.
“Walaupun wilayah Kabupaten Bima cukup luas, mobilitas masyarakat hanya terkonsentrasi di beberapa daerah yang memiliki aktivitas ekonomi cukup tinggi,” ujarnya.