Bendungan Batujai Siap Mendukung Operasional Pesawat Air Pertama di NTB
- 02 Mar 2026 07:19 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah: Bendungan Batujai resmi disiapkan menjadi hub seaplane pertama di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bersama PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) menandatangani kerja sama strategis untuk menjadikan bendungan tersebut sebagai pusat pendaratan sekaligus hanggar pesawat seaplane.
Penandatanganan kerja sama dilakukan di Mataram dan disaksikan langsung oleh Gubernur NTB serta Menteri Perhubungan RI bersama jajaran Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan.
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menegaskan Bendungan Batujai dinilai sangat siap mendukung operasional seaplane. Menurutnya, lokasi dan kondisi bendungan memenuhi kriteria sebagai landasan air sekaligus hanggar.
“Bendungan Batujai sebagai hanggar sudah sangat siap. Kami mendukung penuh rencana ini karena dampaknya akan sangat positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Bendungan Batujai direncanakan menjadi penghubung antar kabupaten/kota di NTB melalui layanan seaplane. Kehadiran moda transportasi ini diharapkan mempercepat akses wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan seperti Mandalika, Senggigi, Gili, hingga Pulau Moyo dan Tambora.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyebut Batujai akan menjadi hub awal untuk mendorong wisatawan berkualitas menikmati destinasi yang tersebar di seluruh NTB. Melalui visi “NTB Makmur Mendunia”, layanan seaplane diyakini mampu meningkatkan pemasukan daerah dari sektor pariwisata.
Sementara itu, Presiden Direktur PT AMAN, Michael Nicholas, mengatakan layanan ini menyasar wisatawan dengan mobilitas tinggi dan waktu terbatas. “Kami ingin menghadirkan perjalanan yang nyaman, aman, cepat, dan langsung ke destinasi,” katanya.
Seaplane ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026 untuk mendukung sejumlah event internasional di Sirkuit Mandalika, termasuk ajang MotoGP dan Asia Talent Cup.
Pada tahap awal, rute penerbangan akan difokuskan di wilayah NTB, sebelum diperluas ke luar daerah seperti Bali. Penerbangan dari Malaysia, Australia, Thailand hingga Timur Tengah juga menjadi target pasar berikutnya.
PT AMAN menyiapkan investasi awal sebesar Rp450 miliar untuk pembangunan hanggar dan pengadaan armada. Tahun 2026 ditargetkan dua unit seaplane tiba di NTB, dengan proyeksi bertambah hingga 10 unit dalam lima tahun ke depan.
Terkait dampak lingkungan, pihak perusahaan menyatakan telah melakukan kajian bersama pemerintah provinsi dan kabupaten. Hasil analisis disebut tidak menunjukkan dampak negatif signifikan terhadap lingkungan maupun aktivitas nelayan setempat.
Landasan air yang disiapkan memiliki panjang sekitar 400 meter. Dua pesawat akan parkir di Bendungan Batujai pada tahap awal operasional.
Usai penandatanganan, Menteri Perhubungan bersama Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah meninjau langsung lokasi bendungan untuk memastikan kesiapan teknis. Menteri Perhubungan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut, dengan catatan seluruh prosedur dan perizinan harus diselesaikan secara tuntas.
“Silakan disegerakan, namun semua kendala dan prosedur harus dipastikan selesai agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.