BPS Papua Barat dan RRI Manokwari Teken PKS

  • 10 Mar 2026 13:23 WIB
  •  Manokwari

RRI. CO. ID, Manokwari - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan LPP RRI Manokwari, Selasa, 10 Maret 2026, sebagai upaya memperkuat sinergi dalam penyebarluasan informasi statistik kepada masyarakat di wilayah Papua Barat. Penandatanganan kerja sama tersebut diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara kedua lembaga, khususnya dalam menghadirkan data statistik yang akurat melalui berbagai program siaran dan konten edukasi bagi publik.

Kepala BPS Papua Barat, Merry, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kepala LPP RRI Manokwari beserta jajaran ke kantor BPS Papua Barat. Ia mengatakan kerja sama yang dibangun diharapkan dapat terus berjalan dengan baik melalui kolaborasi kedua lembaga.

“Terima kasih kepada Pak Kepala dan jajaran RRI yang sudah berkenan hadir. Kami tentu sangat menyambut baik kerja sama ini dan berharap sinergi antara BPS dan RRI dapat terus berlangsung,” ujarnya.

Merry menambahkan, pihaknya telah mempelajari rancangan PKS yang disampaikan dan berharap kerja sama tersebut dapat dilaksanakan sesuai kesepakatan para pihak, baik dalam pemenuhan hak maupun kewajiban.

“Ke depan kami berharap kerja sama ini terus berjalan sesuai ketentuan yang sudah disepakati bersama,” kata Merry.

Sementara itu, Kepala LPP RRI Manokwari, Engelbertus Silubun, mengatakan kerja sama tersebut penting untuk memperkuat peran RRI sebagai media edukasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat di wilayah Papua Barat.

Menurutnya, data statistik memiliki peran penting dalam mendukung perumusan kebijakan yang tepat bagi pembangunan daerah.

“Statistik sangat penting. Kita tidak bisa berbicara tanpa data. Data yang valid akan membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang lebih baik bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai lembaga penyiaran publik, RRI berkomitmen menyampaikan informasi yang akurat dan tidak menyebarkan hoaks kepada masyarakat.

“RRI sebagai lembaga pelayanan publik tentu memberikan informasi yang positif dan membangun. Informasi juga harus disampaikan secara berulang agar dapat membentuk pemahaman yang baik di masyarakat,” katanya.

Rekomendasi Berita