Krisis Iklim Disorot Tajam Lewat Protes di COP30

  • 19 Nov 2025 12:50 WIB
  •  Manokwari

KBRN, Manokwari : Pada hari ketiga COP30 di Belém, Brasil, ribuan aktivis adat dan lingkungan tiba menggunakan lebih dari 100 kapal flotilla, menandai pembukaan “People’s Summit” yang berjalan beriringan dengan konferensi resmi PBB. Dilansir dari theguardian.com, Mereka menyuarakan tuntutan atas keadilan iklim dan perlindungan lingkungan, terutama hutan Amazon dan hak-hak masyarakat adat.

Mantap berpidato, mantan Wakil Presiden AS Al Gore melontarkan kritik keras, menyebut ketidakaktifan dunia terhadap pemanasan global sebagai “literally insane”. Dia memperlihatkan peta emisi global melalui alat pemantau emisi Climate Trace, memperkuat argumennya bahwa dunia tengah berjalan di jalur bencana.

Selain itu, COP30 mencatat momen penting berupa penandatanganan Deklarasi Integritas Informasi Iklim pertama kali oleh 12 negara. Deklarasi ini menegaskan komitmen untuk melawan disinformasi iklim melalui penyebaran data ilmiah yang akurat dan transparan.

Di sisi lain, ketegangan meningkat ketika kelompok masyarakat adat melakukan pemblokiran pintu masuk konferensi. Mereka menuntut dialog langsung dengan pihak penyelenggara dan menyoroti bagaimana keputusan iklim sering diambil tanpa suara komunitas mereka.

Rekomendasi Berita