Bahasa Tonsea Jadi Muatan Lokal di Sekolah, Tutor Purnabakti Turut Ambil Peran

  • 12 Mar 2026 12:06 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Minut – Bahasa daerah Tonsea kini menjadi salah satu mata pelajaran ekstrakurikuler atau muatan lokal (Mulok) yang mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Program ini menjadi upaya pelestarian bahasa daerah sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah tutor Bahasa Tonsea dilibatkan untuk mengajar para siswa. Para tutor tersebut merupakan mantan guru atau tenaga pengajar yang telah memasuki masa purnabakti, namun masih memiliki kepedulian besar terhadap pelestarian budaya daerah.

Salah satu tutor Bahasa Tonsea, M. Matindas, mengaku bangga masih diberi kesempatan untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam mengajarkan bahasa daerah kepada para siswa.

“Sebagai tutor tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami dalam memberikan edukasi kepada anak-anak tentang Bahasa Tonsea. Bahasa daerah ini wajib dilestarikan, dan menyasar generasi muda merupakan strategi tepat untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa daerah sejak dini,” kata Matindas kepada RRI, Kamis 12 Maret 2026.

Menurutnya, pembelajaran muatan lokal Bahasa Tonsea tidak hanya sekadar mengenalkan kosakata, tetapi juga menanamkan nilai budaya dan identitas daerah kepada para siswa. Ia berharap, program ini dapat terus berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga pelestarian Bahasa Tonsea dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Pembelajaran Bahasa Tonsea kepada siswa juga diharapkan mampu memotivasi semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mengkampanyekan penggunaan bahasa daerah di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dengan diterapkannya muatan lokal Bahasa Tonsea di sekolah-sekolah, diharapkan generasi muda Minahasa Utara dapat semakin mengenal, mencintai, dan menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya.

(Diane Massie)

Rekomendasi Berita