Jaga Harga Pangan hingga Idul Fitri, Bapanas Percepat Program SPHP

  • 15 Feb 2026 19:43 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Pemerintah menyiapkan langkah pengendalian harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 melalui percepatan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dan jagung pakan. Program ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat di tengah peningkatan konsumsi saat Hari Besar Keagamaan Nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menekankan pentingnya kesiapan lintas kementerian dan lembaga dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran. Ia berharap mudik tetap berjalan lancar tanpa mengganggu produktivitas nasional. “Semoga mudik kali ini produktif, sehat, aman, dan lancar,” katanya sebagaimana dikutip dari laman resmi Badan Pangan Nasional, Kamis, 12 Februari 2026.

Pratikno juga menilai arus mudik akan membawa dampak ekonomi bagi daerah tujuan pemudik melalui peningkatan belanja masyarakat. Pemerintah, katanya, perlu memastikan momentum tersebut berjalan seiring dengan stabilitas harga kebutuhan pokok. “Semoga juga membawa dampak ekonomi yang positif bagi daerah,” ujarnya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebagai otoritas pengendali harga pangan menyiapkan intervensi melalui program SPHP. Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono mengatakan program tersebut akan dipercepat menjelang Ramadan. “Kami sudah menyiapkan program intervensi pangan untuk menjaga kestabilan pangan pokok strategis bagi masyarakat,” ujarnya.

Maino menjelaskan penyaluran SPHP beras tahun 2026 akan dilakukan secara selektif dengan mengutamakan daerah defisit produksi. Program ini didukung anggaran hampir Rp 5 triliun untuk subsidi harga beras SPHP yang ditargetkan mencapai ratusan ribu ton. “Penyalurannya akan selektif karena harus mengutamakan daerah yang defisit dan tidak pada daerah yang sedang panen,” katanya.

Selain beras, Bapanas juga menggenjot program SPHP jagung pakan dengan target distribusi meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Program ini diharapkan membantu peternak unggas memperoleh pakan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga telur dan daging ayam.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah menargetkan stabilitas harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri seperti saat Natal dan Tahun Baru sebelumnya. “Target pemerintah itu adalah konsumen, masyarakat harus menikmati harga yang baik dan tidak boleh harga naik,” katanya.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi pangan tahunan menjelang Ramadan 2026 berada pada level yang relatif terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah berharap intervensi SPHP dapat menjaga tren stabilitas tersebut sekaligus melindungi daya beli masyarakat selama periode konsumsi tinggi.

Rekomendasi Berita