Begini Awal Mula Penetapan Kalender Masehi
- 31 Des 2025 09:38 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Tahun Masehi adalah sistem penanggalan yang digunakan secara luas di dunia saat ini dan didasarkan pada perhitungan peredaran bumi mengelilingi matahari. Sistem ini menghitung satu tahun sekitar 365 hari dan menambahkan satu hari pada tahun tertentu yang disebut tahun kabisat. Tahun Masehi sering dijadikan acuan utama dalam kehidupan sehari-hari, seperti dalam pendidikan, pemerintahan, dan kegiatan internasional.
Mengutip Wikipedia, sejarah tahun Masehi berawal dari kalender Romawi yang dikenal sebagai kalender Julian, yang disusun pada masa pemerintahan Julius Caesar. Kalender ini kemudian digunakan secara luas di wilayah Kekaisaran Romawi dan menjadi dasar penanggalan di Eropa. Namun, kalender Julian memiliki kekurangan karena perhitungannya tidak sepenuhnya sesuai dengan peredaran matahari.
pada abad keenam, seorang pendeta bernama Dionysius Exiguus memperkenalkan sistem penomoran tahun yang didasarkan pada perkiraan kelahiran Yesus Kristus. Dari sinilah muncul istilah Masehi dan Sebelum Masehi (SM). Sistem ini perlahan diterima oleh gereja dan masyarakat Eropa, sehingga penggunaannya semakin meluas.
Untuk memperbaiki ketidaktepatan kalender Julian, pada abad keenam belas dilakukan pembaruan yang dikenal sebagai kalender Gregorian. Kalender ini disempurnakan agar lebih sesuai dengan peredaran bumi dan musim. Kalender Gregorian kemudian diadopsi oleh banyak negara dan menjadi kalender resmi yang digunakan hingga sekarang.
Tahun Masehi tetap dipakai sampai saat ini karena sifatnya yang praktis dan telah disepakati secara internasional. Meskipun berasal dari latar belakang keagamaan, penggunaannya kini bersifat umum dan netral. Kalender ini memudahkan komunikasi, kerja sama, dan pencatatan waktu antarnegara di seluruh dunia.