Mengenal Lebih Dekat Perayaan Halloween

  • 30 Okt 2025 06:32 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Halloween adalah perayaan yang dikenal dengan suasana seram dan kostum-kostum unik yang dirayakan setiap tanggal 31 Oktober. Perayaan ini berasal dari festival kuno Celtic bernama Samhain, yang diperingati untuk mengusir roh-roh jahat saat transisi dari musim panas ke musim dingin.

Mengutip Encyclopedia Britannica, asal-usul Halloween berakar dari tradisi kuno bangsa Kelt (Celtic) di Eropa, terutama di wilayah yang sekarang menjadi Irlandia, Skotlandia, dan Inggris.

Berikut ini beberapa penjelasan mengenai Halloween:

  1. Festival Samhain (asal mula kuno)
    Halloween berasal dari Festival Samhain (diucapkan "sai-in"), yang dirayakan oleh bangsa Kelt sekitar 2.000 tahun lalu.
    Waktu : 31 Oktober malam hingga 1 Nopember.
    Makna : Akhir musim panen dan awal musim dingin -- masa yang dianggap misterius karena cuaca gelap dan dingin.
    Kepercayaan : Orang Kelt percaya bahwa pada malam Samhain, tabir antara dunia orang hidup dan dunia roh menjadi tipis, sehingga arwah orang mati bisa kembali ke bumi.
    Untuk mengusir roh jahat, mereka menyalakan api unggun besar dan memakai kostum dari kulit dan kepala hewan.
  2. Pengaruh Romawi
    Ketika Kekaisaran Romawi menaklukan wilayah Kelt (sekitar abad ke-1M), tradisi mereka bercampur dengan dua perayaan Romawi, yakni:
    > Feralia -- hari untuk mengenang orang mati.
    > Pomona -- perayaan dewi buah dan pohon, yang mungkin menjadi asal dari tradisi "bobbing for apples" (mengambil apel dari air dengan mulut)
  3. Pengaruh Gereja Kristen
    Pada abad ke-9, Gereja Katolik berusaha mengkristenkan tradisi-tradisi pagan.
    > Tahun 835 M, Paus Gregorius IV menetapkan 1 Nopember sebagai Hari Semua Orang Kudus (All Saint's Day), yang dalam bahasa Inggris kuno disebut "All Hallows' Day".
    > Malam sebelumnya (31 Oktober) disebut "All Hallows' Eve", yang kemudian disingkat menjadi Halloween.
  4. Tradisi modern
    Imigran Irlandia dan Skotlandia membawa tradisi Halloween ke Amerika Utara pada abad ke-19. Di sana, perayaan berkembang menjadi "trick-or-treating" (anak-anak mengetuk pintu meminta permen, berasal dari tradisi "souling" di Inggris). Kostum seram menggantikan kostum hewan.
    Labu Jack-o'-lantern, berasal dari legenda Irlandia tentang Stingy Jack yang menipu iblis dan terkutuk berkeliaran dengan lentera dari lobak -- di Amerika diganti menjadi labu, karena lebih mudah diukir.

Halloween berasal dari perpaduan tradisi pagan Kelt (Samhain), adat Romawi, dan pengaruh Kristen, lalu berkembang menjadi perayaan budaya populer yang berfokus pada hal-hal mistis, kostum, dan kesenangan anak-anak.

Rekomendasi Berita