Stunting dan Pernikahan Usia Anak Masih Jadi Tantangan di Sulbar
- 12 Mar 2026 10:36 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Tingginya angka prevalensi stunting dan pernikahan usia anak masih menjadi tantangan utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sulawesi Barat.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Rezky Murwanto, saat menyampaikan laporan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang diselenggarakan di Grand Maleo Hotel, Kamis, 12 Maret 2026.
Dalam pemaparannya, Ia mengungkapkan bahwa angka prevalensi stunting di Sulawesi Barat masih tergolong tinggi jika dibandingkan dengan daerah lain, di mana Sulawesi Barat menempati peringkat ketiga tertinggi secara nasional. Selain itu, pernikahan anak juga masih menjadi tantangan dimana Sulawesi Barat menempati peringkat keempat secara nasional dalam kasus pernikahan usia anak.
"Prevalensi di Sulawesi Barat masih berada di angka 35,4 persen, yang menempatkan kita pada peringkat ke-3 tertinggi di Indonesia. Pernikahan anak mencapai 11,25 persen atau peringkat ke-4 secara nasional," ujarnya.
Lebih lanjut Rezky Murwanto, juga menyoroti sejumlah persoalan sosial lain yang masih menjadi perhatian di Sulawesi Barat, di antaranya tingginya angka putus sekolah serta fenomena fatherless atau minimnya peran ayah dalam pengasuhan anak.
"Angka putus sekolah di Sulawesi Barat mencapai 22,80 persen atau sekitar 64.548 anak. Fenomena fatherless berada pada angka 23,6 persen, yang menunjukkan tantangan dalam peran pengasuhan ayah," jelasnya.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut menjadi tantangan bersama seluruh pemangku kebijakan terkait dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.