TNI Kerahkan 26.998 Prajurit Latihan Kogab TNI 2025
- 22 Nov 2025 14:23 WIB
- Mamuju
KBRN, Mamuju : Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BPKP Muhammad Yusuf, serta pejabat terkait, menyaksikan secara langsung pelaksanaan Latihan Komando Gabungan (Kogab) TNI Terintegrasi Tahun 2025 di kawasan Bandara PT IMIP, Morowali, Sulawesi Tengah, pada Kamis (20/11/2025).
Latihan skala besar yang melibatkan 26.998 personel TNI lintas matra ini menjadi gambaran kemampuan TNI dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk potensi gangguan terhadap pengelolaan sumber daya alam nasional. Penggunaan kekuatan darat, laut, dan udara dalam satu rangkaian operasi menunjukkan tingkat interoperabilitas yang semakin maju dan terukur.
Menhan RI, selaku Ketua Harian Dewan Pertahanan Nasional sekaligus perwakilan tim penertiban kawasan hutan terkait isu pertambangan, menjelaskan fokus utama latihan serta arah kebijakan pemerintah.
“Tujuannya satu, yaitu bagaimana kita sebagai negara berdaulat memiliki kemampuan untuk menegakkan peraturan dan melakukan penertiban dalam rangka pengamanan sumber daya alam yang merupakan bagian dari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Menhan juga menyoroti maraknya pola pelanggaran di sektor pertambangan, di mana sejumlah pihak memanfaatkan celah hukum demi keuntungan pribadi. Ia menegaskan bahwa berbagai modus terus bermunculan dari kelompok berkepentingan yang berupaya mengeruk kekayaan negara, sehingga diperlukan langkah penertiban yang konsisten dan terukur.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menjalankan penertiban dan pengamanan di wilayah-wilayah rawan pelanggaran. Setiap temuan yang terbukti melanggar aturan akan langsung diproses melalui penegakan hukum. “Ini menunjukkan kehadiran negara terhadap seluruh kegiatan ilegal yang selama ini sangat merugikan negara,” ujarnya.
Dalam arahannya, Menhan RI kembali menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk menjaga kedaulatan negara tidak mengenal kompromi. Upaya penertiban tidak hanya difokuskan pada Bangka atau Morowali, tetapi mencakup seluruh wilayah Indonesia.
“Pesan kita kepada rakyat adalah bahwa kita terus bekerja untuk kepentingan rakyat, dan kita harus menegakkan seluruh ketentuan tanpa melihat latar belakang siapapun,” pungkasnya.
Latihan Kogab TNI 2025 menampilkan beragam kemampuan, mulai dari manuver terjun Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL), ketangkasan penerjun Operasi Perebutan Pertahanan Pangkalan Udara (OP3U), skenario force down terhadap pesawat pelanggar, hingga aksi sabotase pada sasaran strategis.
Dari unsur laut, TNI AL menunjukkan ketegasan melalui operasi penindakan terhadap kapal yang melakukan aktivitas ilegal. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk menguji kesiapsiagaan, kecepatan respons, dan efektivitas operasi gabungan di berbagai domain.