Hari Kesehatan Mental: Saatnya Peduli

  • 10 Okt 2025 20:07 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju : 10 Oktober 2025 menjadi momentum penting bagi dunia untuk kembali menaruh perhatian pada isu yang sering kali terabaikan: kesehatan mental. Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia tahun ini mengusung tema global: "Mental Health is a Universal Human Right" atau "Kesehatan Mental adalah Hak Asasi Manusia".

Tema ini menjadi pengingat bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, berhak mendapatkan dukungan dan pelayanan kesehatan mental yang layak.

Di tengah gempuran kehidupan modern mulai dari tekanan ekonomi, ketidakpastian masa depan, hingga pengaruh media sosial masalah kesehatan mental makin sering muncul. Stres, kecemasan, depresi, hingga kelelahan emosional bukan lagi hal asing. Namun sayangnya, banyak orang masih merasa takut atau malu untuk membicarakannya.

Di Indonesia, stigma terhadap gangguan mental masih cukup tinggi. Banyak yang menganggap bahwa orang yang mengalami depresi atau gangguan kecemasan adalah orang lemah, tidak bersyukur, atau kurang iman. Padahal, kesehatan mental sama nyatanya dengan kesehatan fisik. Keduanya saling terkait dan sama-sama membutuhkan perhatian.

Kenali Tanda-Tandanya

Kesehatan mental yang terganggu bisa ditandai dengan beberapa gejala, antara lain:

Perasaan sedih atau hampa berkepanjangan

Mudah marah, cemas, atau panik tanpa sebab jelas

Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai

Sulit tidur atau justru tidur berlebihan

Menarik diri dari lingkungan sosial

Pikiran untuk menyakiti diri sendiri

Jika gejala-gejala ini muncul dalam waktu lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, penting untuk segera mencari bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan terus menggalakkan kampanye sadar kesehatan jiwa. Fasilitas pelayanan kesehatan kini mulai dilengkapi dengan layanan konsultasi psikologis. Hotline atau layanan daring juga tersedia untuk masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Selain itu, peran keluarga dan lingkungan sangat besar dalam mendukung pemulihan seseorang yang sedang mengalami gangguan mental. Mendengarkan tanpa menghakimi, menghindari komentar yang menyakitkan, serta memberikan dukungan emosional adalah bentuk kepedulian yang sederhana namun bermakna.

Menjaga Kesehatan Mental dalam Kehidupan Sehari-hari

Menjaga kesehatan mental bisa dimulai dari hal-hal kecil:

Membiasakan pola tidur dan makan yang teratur

Meluangkan waktu untuk istirahat dan hobi

Berolahraga secara rutin

Menjalin hubungan sosial yang sehat

Berani berkata “tidak” saat merasa kewalahan

Mengurangi paparan negatif dari media sosial

Langkah-langkah ini tidak hanya membantu menjaga kestabilan emosi, tetapi juga menjadi bentuk kasih sayang terhadap diri sendiri.

Hari Kesehatan Mental Sedunia bukan hanya seremoni tahunan. Ini adalah seruan untuk membuka mata, telinga, dan hati bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan raga. Sudah saatnya masyarakat berhenti menghakimi, dan mulai peduli.

Karena sejatinya, jiwa yang sehat adalah pondasi dari hidup yang utuh dan bermakna. Merawat mental bukanlah tanda kelemahan, melainkan keberanian untuk hidup lebih baik.

"Tak ada kesehatan tanpa kesehatan mental."

– WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)

Rekomendasi Berita