Akses Masjid dan TPA Masih Terbatas di Desa 3T Sulbar

  • 07 Mar 2026 19:00 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Koordinator Dai Tertinggal, Terdepan dan Terluar ( 3T ) Wilayah Sulawesi Barat, Tashdieq Ulil Amri Alhamzah, mengungkapkan akses masjid dan TPA masih sangat terbatas di sejumlah desa 3T.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut jauh berbeda dengan wilayah perkotaan, di mana masyarakat relatif mudah menemukan masjid, mushala, kajian keagamaan, hingga perpustakaan Islam.

“Di kota, jalan sedikit seratus meter mungkin kita sudah dapat lagi mushola, masjid, dan kajian-kajian,” ujar Tashdieq dalam dialog Mozaik Ramadan RRI Mamuju, Sabtu, 7 Maret 2026.

Sementara di pelosok, menurutnya, warga kerap kesulitan sekadar menemukan masjid, bahkan pada beberapa titik tidak tersedia TPA sebagai sarana dasar belajar Al-Qur’an anak-anak.

“Jangankan fasilitas seperti di perkotaan, untuk menemukan masjid saja itu agak susah, di dua tiga masjid yang saya datangi tidak ada TPA,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterbatasan sarana ini membuat dai 3T harus merangkap peran, mulai dari mengajar tahsin, praktik salat, hingga membangun kelas-kelas pengajian sementara bagi warga.

Tashdieq mendorong Kementerian Agama dan pemerintah daerah memperkuat pembangunan masjid dan TPA di desa 3T, agar pemerataan layanan pendidikan agama dapat dirasakan hingga pelosok Sulawesi Barat.

Rekomendasi Berita