Menjelang Lebaran, Harga Cabai Rawit Tembus Rp120 Ribu
- 11 Mar 2026 20:56 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional di Kota Malang mengalami kenaikan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Di Pasar Sawojajar, harga cabai rawit bahkan mencapai Rp120 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Sawojajar, Yanti mengatakan, lonjakan harga mulai terasa dalam empat hari terakhir. Sebelumnya harga cabai rawit masih berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.
“Sekarang sudah Rp120 ribu per kilo. Naiknya bertahap dari Rp80 ribu, Rp90 ribu, sampai akhirnya Rp120 ribu,” ujar Yanti, Rabu 11 Maret 2026.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga tersebut. Pasalnya, cabai yang dijualnya berasal dari Pasar Karangploso sehingga ia hanya mengikuti harga dari pemasok.
Menurut Yanti, kenaikan harga cabai juga berdampak pada pola belanja masyarakat. Jika sebelumnya pembeli bisa mendapatkan cukup banyak cabai dengan uang Rp2.000, kini jumlahnya jauh lebih sedikit.
“Kalau dulu beli Rp2.000 dapat banyak. Sekarang paling cuma enam sampai delapan biji saja,” katanya.
Tidak hanya cabai, harga tomat juga mengalami kenaikan. Saat ini tomat dijual sekitar Rp15 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya yang berkisar Rp7 ribu per kilogram. Sementara harga telur relatif stabil di kisaran Rp28 ribu hingga Rp29 ribu per kilogram.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat membenarkan adanya kenaikan harga cabai di pasar. Menurutnya, lonjakan harga dipicu oleh berkurangnya produksi di tingkat petani akibat faktor cuaca.
“Dari hulunya memang sudah tinggi. Hujan membuat produksi cabai berkurang sehingga harga di tingkat petani naik,” jelas Wahyu.
Ia menyebut harga cabai di tingkat petani saat ini berkisar Rp80 ribu per kilogram. Setelah melalui proses distribusi hingga ke pasar, harga jual ke konsumen bisa mencapai sekitar Rp120 ribu per kilogram.
“Dari petani sekitar Rp80 ribu, kemudian di pasar induk naik dan sampai ke pedagang menjadi sekitar Rp120 ribu,” ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Malang bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berencana melakukan intervensi untuk menstabilkan harga cabai menjelang Lebaran.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah melalui program Warung Tekan Inflasi (WTI) serta kerja sama antar daerah untuk mendatangkan pasokan cabai dari wilayah yang memiliki harga lebih rendah.
“Kami akan rapat dengan TPID untuk menentukan langkah intervensi, termasuk melalui Warung Tekan Inflasi dan kerja sama antar daerah,” pungkas Wahyu.