Ruang Inklusi Nasional Warnai Dialog Inspiratif RRI Malang
- 19 Nov 2025 13:22 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Ruang Inklusi Nasional bertema “Suara Kita, Ruang Kita, Indonesia Kita” digelar di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia Malang.
Acara ini menghadirkan dialog inspiratif bersama berbagai tokoh inklusi nasional mulai dari Anggota Dewan Pengawas LPP RRI Mohamad Kusnaeni, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makasar Pemerhati Pendidikan Inklusi Eva Meizara, Ketua National Paralympic Comittee of Indonesia (NPCI) Kabupaten Malang Yulian Agung E dan CEO & Founder Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) Ken Kerta.
Kegiatan berlangsung di Auditorium Seni dan Budaya RRI Malang pada Rabu 19 November 2025. Acara ini juga dimeriahkan oleh Juara 1 Bintang Radio RRi Malang 2025 Dyas Farand Maciva, FInalis Bintang Radio RRI Malang 2024 Zelda Maharani serta Angklung & Tari Topeng Malangan dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang.
Anggota Dewan Pengawas LPP RRI, Mohamad Kusnaeni menegaskan pentingnya pelayanan inklusif bagi semua warga. Ia menyebut jumlah penyandang disabilitas sangat besar dan tidak boleh terabaikan.
“Jumlah penyandang disabilitas mencapai 23 juta, dan mereka berhak mendapat layanan,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).
Ia menegaskan RRI berkewajiban melayani seluruh masyarakat tanpa kecuali.
Kusnaeni menjelaskan RRI tidak hanya memberi informasi bagi penyandang disabilitas. Ia mengatakan RRI juga melibatkan mereka dalam berbagai aktivitas siaran dan program.
Ia mencontohkan keterlibatan penyandang disabilitas sebagai penyiar di sejumlah programa RRI.
“Bahkan di RRI sudah ada penyiar disabilitas, dan ini bukti nyata keterlibatan,” katanya.
RRI tahun ini juga membuka kesempatan rekrutmen CPNS bagi penyandang disabilitas. Namun belum ada pelamar disabilitas yang memenuhi persyaratan administratif pada seleksi tersebut.
Kusnaeni menyampaikan alasan Malang menjadi lokasi pertama Ruang Inklusi Nasional. Ia menilai Kota Malang memiliki program inklusi yang kuat dan konsisten.
“Malang memiliki komitmen besar pada program disabilitas,” jelasnya.
Ia menambahkan Malang juga memiliki penyiar disabilitas di Programa 4 RRI.
Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Mistam menegaskan komitmen RRI berlangsung sepanjang tahun. Ia menyatakan ruang inklusi tidak hanya hadir dalam event tahunan lembaga.
“RRI menyediakan ruang bagi difabel di semua kanal programa,” kata dia.
Ia menekankan bahwa penyandang disabilitas menjadi objek sekaligus subjek dalam produksi konten.
Mistam menilai penyandang disabilitas perlu mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan kepada publik. Ia menyebut RRI ingin memperluas apresiasi masyarakat terhadap kompetensi mereka. (Rizky Dharmawan)