Perkuat Akses Siaran, RRI Gelar Program Ruang Inklusi
- 18 Nov 2025 15:41 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) berkomitmen untuk mewujudkan siaran publik yang berkeadilan melalui penyelenggaraan Program Ruang Inklusi Nasional bertema “Suara Kita, Ruang Kita, Indonesia Kita”. Kegiatan ini digelar di Auditorium RRI Malang, Rabu (19/11/2025) ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai wilayah di Malang Raya.
Ketua Panitia, Adhar Nurdiargha Saputra, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah strategis RRI untuk memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam dunia penyiaran, khususnya bagi kelompok difabel, komunitas marjinal, dan masyarakat rentan yang selama ini minim mendapatkan akses.
“Dalam era keterbukaan informasi, media penyiaran publik memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan ruang yang setara bagi semua warga negara. Program ini adalah komitmen nyata RRI untuk memastikan bahwa setiap suara memiliki tempat, tanpa diskriminasi,” katanya, Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan, Program Ruang Inklusi Nasional diselenggarakan dalam dua format, yakni on-air dan off-air untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Untuk program on-air diselenggarakan melalui dialog nasional yang disiarkan di RRI Pro 1, Pro 3, serta kanal digital.
"Konten siaran menghadirkan kisah inspiratif, talkshow, dan diskusi tentang inklusi sosial," ujar Adhar.
Dalam dialog tersebut akan menghadirkan empat narasumber yakni
Mohamad Kusnaeni, M.Si Anggota Dewan Pengawas LPP RRI, Eva Meizara, S.Psi., M.Si. sebagai Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar sekaligus pemerhati pendidikan inklusi, Yulian Agung Efrata selaku Ketua NPCI Kabupaten Malang, dan Ken Kerta yang merupakan CEO & Founder Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS).
"Para narasumber membahas strategi memperluas aksesibilitas siaran publik, pentingnya konten ramah difabel, serta peran pemuda dan lembaga pendidikan dalam membangun ekosistem inklusif nasional," kata dia.Sementara kegiatan off-air diwarnai lokakarya kreatif, panggung karya, pameran UMKM inklusif, serta Forum Deklarasi Inklusi Nasional yang melibatkan komunitas difabel, pelajar, pemuda, dan mitra lembaga.
"Format hybrid ini memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah dan latar belakang untuk mengakses informasi secara setara, selaras dengan prinsip penyiaran publik," ungkapnya.
Program ini menargetkan angkaswan RRI di seluruh Indonesia, komunitas difabel, pelajar, mahasiswa, UMKM inklusif, hingga pemerintah daerah. Melalui forum ini, RRI berharap terbentuk jejaring kolaboratif lintas daerah dan lintas sektor untuk mendukung agenda inklusi sosial secara berkelanjutan.
“Ruang Inklusi Nasional bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi ruang untuk belajar, berkolaborasi, sekaligus mengadvokasi nilai-nilai kesetaraan. Ini momentum untuk memperkuat jejaring inklusif di seluruh Indonesia,” tambah Adhar.
Melalui program ini, RRI menargetkan tiga hasil utama yakni meningkatnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya inklusi sosial dalam penyiaran publik, terbentuknya jejaring kerja sama antar lembaga untuk mendukung agenda inklusivitas nasional, serta meningkatnya kapasitas internal penyiar dan jurnalis RRI dalam menghasilkan konten siaran yang berperspektif keberagaman.
"Kehadiran Program Ruang Inklusi Nasional diharapkan semakin memperkuat peran RRI sebagai lembaga penyiaran publik yang adaptif, inklusif, dan berkeadilan sosial sesuai dengan misi Asta Cita, khususnya penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas dalam pembangunan nazsional," tandasnya.