Standar Internasional, EMT Muhammadiyah Raih Pengakuan WHO

  • 22 Okt 2025 10:39 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah resmi mendapatkan verifikasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai tim medis darurat yang berstandar internasional pertama asal Indonesia. Capaian ini menempatkan Muhammadiyah sebagai tim ke-16 di dunia dan keempat di kawasan ASEAN yang lolos klasifikasi global tersebut. Seremoni penyerahan sertifikat berlangsung di Aula Masjid KH. Sudja’, RS PKU Muhammadiyah Gamping. Dalam acara itu, Roy Anthony Cosico dari Sekretariat EMT WHO menyerahkan Surat Konfirmasi Resmi Klasifikasi EMT Global kepada perwakilan Muhammadiyah. Penyerahan ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang yang dimulai sejak tahun 2017 menuju pengakuan internasional tersebut.

Upaya Muhammadiyah membangun EMT yang memenuhi standar WHO telah ditempuh melalui proses panjang dan kerja sama lintas lembaga. Sejak awal, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menjadi penggerak utama pembentukan tim ini, dibantu oleh jaringan internal seperti Lazismu, MPKU, Diktilitbang, LHKI, dan Muhammadiyah Aid. Pengalaman Muhammadiyah dalam berbagai misi kemanusiaan di Palestina (2009), Nepal (2013), dan Filipina (2015) menjadi bekal penting dalam membentuk kapasitas EMT berkelas dunia.

Proses pra-verifikasi dilakukan pada 9–10 Juli 2025 di Yogyakarta dengan dukungan teknis dari Robert Koch Institute (RKI) dan International Search and Rescue (ISAR) Germany. Setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan, WHO kemudian melakukan verifikasi akhir yang menegaskan status resmi EMT Muhammadiyah.

Berdasarkan klasifikasi dalam panduan Blue Book WHO, EMT Muhammadiyah kini berstatus Level 1 Fixed, yaitu tim medis yang memberikan pelayanan kesehatan rawat jalan di lokasi tetap. Tim ini berfokus pada perawatan pasien dengan keluhan ringan, penanganan luka, serta pertolongan pertama, tanpa melakukan operasi besar.

“Level 1 Fixed artinya kami beroperasi di satu lokasi permanen dan melayani pasien rawat jalan serta kasus-kasus ringan,” jelas Rahmawati Husein, MCP., Ph.D., Dewan Pakar MDMC sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Rabu (22/10/2025).

Setelah resmi terverifikasi, MDMC berencana memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak dalam aspek pendanaan dan logistik. Lazismu akan menjadi mitra strategis untuk memastikan keberlanjutan operasional EMT Muhammadiyah agar tidak hanya berstatus internasional di atas kertas, tetapi juga aktif di medan nyata. Verifikasi WHO terhadap EMT Muhammadiyah bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi juga simbol kemajuan Indonesia dalam memperkuat kapasitas tanggap darurat kesehatan dunia.


Rekomendasi Berita