Buku Baru Ungkap Hubungan Ratu dan Presiden AS
- 04 Agt 2025 13:31 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Ratu Elizabeth II bukan sekadar sosok dengan topi ikonik. Sebagai pemimpin monarki terlama dalam sejarah Inggris, ia memiliki rekam jejak diplomatik yang kuat, termasuk menjalin hubungan dengan 13 Presiden Amerika Serikat sepanjang hidupnya. Jumlah tersebut menjadikannya salah satu pemimpin dunia dengan koneksi diplomatik paling luas ke Gedung Putih.
Hubungan unik itulah yang menjadi fokus buku terbaru karya jurnalis senior Susan Page, The Queen and Her Presidents, yang dijadwalkan terbit pada 14 April 2026 oleh HarperCollins, bertepatan dengan menjelang peringatan 100 tahun kelahiran sang ratu.
“Ratu Elizabeth adalah salah satu diplomat terbesar dunia. Ia selalu mengutamakan kepentingan Inggris, negara-negara Persemakmuran, dan isu-isu global,” ujar Susan Page, Kepala Biro Washington USA TODAY.
Dalam buku tersebut, Page menyoroti bagaimana Ratu Elizabeth menjelma dari putri muda yang pemalu menjadi pemimpin yang berpengaruh dan persuasif. Transformasi ini turut dibentuk oleh interaksinya dengan para Presiden AS, mulai dari Dwight Eisenhower hingga Joe Biden. Hanya satu presiden yang tidak pernah ia temui: Lyndon Johnson.
Hubungan diplomatik antara Inggris dan AS menjadi prioritas sang ratu sejak awal pemerintahannya, mengikuti nasihat Perdana Menteri Winston Churchill yang berbunyi: “Tetaplah dekat dengan Amerika.”
Bahkan sebelum naik takhta, Elizabeth sempat mengunjungi Amerika Serikat pada 1951 mewakili ayahnya, Raja George VI, dan bertemu dengan Presiden Harry Truman.
Buku ini juga akan mengulas hubungan personal dan politis Ratu Elizabeth dengan beberapa pemimpin AS, termasuk dinamika menarik dalam pertemuannya dengan Donald Trump, serta kedekatannya yang tulus dengan beberapa presiden lainnya.
Saat ini, The Queen and Her Presidents telah tersedia untuk preorder di Amazon, dan diperkirakan akan menjadi referensi penting mengenai peran diplomatik Ratu Elizabeth dalam sejarah hubungan transatlantik. (Adelia Devi)