Permintaan Lesu, Maskapai AS Pangkas Penerbangan

  • 10 Jul 2025 13:06 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Meski musim liburan di Amerika Serikat diperkirakan mencatat rekor pergerakan penumpang dengan lebih dari 18,5 juta orang memadati bandara, sejumlah maskapai besar tetap bersikap hati-hati. Alasannya, permintaan tiket pesawat belum sepenuhnya pulih, bahkan menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun lalu.

“Musim panas ini sedang diskon, mengindikasikan rendahnya harga tiket karena lemahnya permintaan pasar," kata CEO Southwest Airlines, Bob Jordan.

Data dari Hopper mencatat, tarif rata-rata tiket pulang-pergi domestik musim panas ini berada di angka USD 265, turun 3% dibandingkan tahun lalu dan menjadi yang termurah sejak 2021. Sementara itu, laporan inflasi AS untuk Mei 2025 menunjukkan tarif udara turun lebih dari 7% secara tahunan.

Situasi ini berdampak langsung pada kinerja maskapai besar seperti Southwest, Delta, American, dan Alaska Airlines, yang mulai merevisi proyeksi pendapatan mereka untuk 2025. Penyebabnya antara lain ketidakpastian ekonomi global, perubahan kebijakan tarif perdagangan, serta penurunan jumlah wisatawan internasional ke AS.

Laporan Bank of America mencatat penurunan 11,8% dalam pengeluaran tiket pesawat dengan kartu kredit dan debit pada Juni 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini memperkuat kekhawatiran bahwa pemulihan permintaan belum stabil.

“Secara umum, permintaan industri penerbangan masih lesu,” ungkap analis TD Cowen, Tom Fitzgerald.

Sementara itu, analis Bank of America, Andrew Didora menyebut, tidak ada sinyal pertumbuhan signifikan dari data belanja konsumen.

Sebagai langkah strategis, maskapai mulai mengurangi frekuensi penerbangan pada hari-hari di luar puncak liburan, terutama untuk rute domestik yang kurang menguntungkan. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan kapasitas dan profitabilitas, mengingat sebagian besar pendapatan tahunan maskapai bergantung pada kuartal kedua dan ketiga.

Di sisi lain, rute internasional menjadi titik terang. Maskapai seperti Delta, American, dan United Airlines memanfaatkan rute luar negeri untuk menopang pendapatan. Namun demikian, tarif juga mengalami koreksi. Tiket ke Eropa rata-rata USD 817, turun hampir USD 100 dari tahun lalu. Tiket ke Asia rata-rata USD 1.328, turun 13% dibandingkan 2024

Maskapai Delta Airlines dijadwalkan menjadi yang pertama melaporkan pendapatan kuartalan pada minggu depan. Hasil laporan tersebut akan menjadi indikator awal tentang arah pasar penerbangan di paruh kedua 2025. (Adelia Devi)

Rekomendasi Berita