Atasi Banjir di Manggala, Pemkot Turunkan Excavator Normalisasi Drainase
- 08 Mar 2026 18:34 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar mulai melakukan langkah konkret untuk mengatasi banjir yang selama puluhan tahun menjadi persoalan di kawasan Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala. Salah satunya dengan menurunkan alat berat excavator untuk melakukan normalisasi saluran drainase.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam menangani persoalan banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan di wilayah tersebut. Selama ini kawasan Blok 8 dan Blok 10 dikenal sebagai daerah langganan banjir. Meski telah melalui berbagai masa kepemimpinan wali kota, persoalan tersebut belum sepenuhnya teratasi.
Di masa kepemimpinan Munafri, penanganan banjir di Manggala mulai dilakukan dengan pendekatan yang lebih terencana dan berbasis kajian. Pemerintah kota menggandeng akademisi serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan langkah strategis.
Sebagai implementasi di lapangan, Pemkot Makassar melakukan normalisasi saluran air, pengerukan sedimen yang menghambat aliran drainase, serta perbaikan box culvert di sejumlah titik rawan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan pekerjaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas aliran air sehingga sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal saat curah hujan tinggi.
“Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar serta mengurangi potensi terjadinya genangan saat curah hujan tinggi,” ujar Zuhaelsi, Minggu 8 Maret 2026.
Selain normalisasi saluran, pemerintah kota juga mengoptimalkan fungsi kolam retensi sebagai penampung air saat curah hujan tinggi. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi awal dalam menghadirkan solusi jangka panjang bagi persoalan banjir di kawasan tersebut.
Zuhaelsi menjelaskan, peningkatan kapasitas saluran juga dilakukan dengan mengganti box culvert lama yang berukuran 50 sentimeter menjadi 80 sentimeter. Perubahan dimensi tersebut dilakukan karena saluran tersebut berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang terhubung langsung ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa, kawasan Antang.
“Karena sebelumnya ukuran box culvert kecil, aliran air yang keluar dari saluran ini sangat terbatas sehingga lambat membuang air ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa Antang,” jelasnya.
Selain itu, Dinas PU Makassar juga melakukan normalisasi drainase di beberapa titik di kawasan Blok 10 Perumnas Antang menggunakan excavator PC berkapasitas 4,5 ton untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap di dasar saluran. Normalisasi dilakukan sepanjang jalur drainase mulai dari Jalan Kecaping hingga Jalan Suling di wilayah Blok 10, Kelurahan Manggala. Sedimen yang selama ini menumpuk dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas tampung saluran air.
“Untuk lokasi blok lainnya, kami sudah melakukan normalisasi saluran menggunakan alat berat excavator PC 4,5 ton sepanjang Jalan Kecaping sampai Jalan Suling di Blok 10 Perumnas Antang,” tuturnya.
Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas PU juga berkomitmen terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur drainase sebagai bagian dari langkah berkelanjutan dalam menangani genangan dan banjir di berbagai wilayah kota. Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sebelumnya telah meninjau langsung kawasan Blok 10 Manggala untuk memastikan langkah penanganan banjir berjalan sesuai rencana.
Menurutnya, sebelum melakukan penanganan di lapangan, pemerintah kota telah melakukan berbagai kajian teknis dengan melibatkan sejumlah ahli dan tim terkait agar solusi yang diambil tepat sasaran. “Kami memastikan proses penanganan ini terus dipantau. Kami ingin solusi yang dilakukan benar-benar dirasakan masyarakat, sehingga warga tidak lagi harus mengungsi setiap musim hujan,” ujar Munafri.