Mengenal Ali Khamenei, Aktivis Revolusi hingga Pemimpin Tertinggi Iran

  • 02 Mar 2026 14:01 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID Makassar – Ali Khamenei merupakan ulama Syiah dan politikus Iran yang lahir pada 19 April 1939 di Mashhad. Ia dikenal luas sebagai Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran sejak 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Sejak muda, Khamenei menempuh pendidikan agama di sejumlah pusat studi Islam, termasuk di Mashhad, Najaf, dan Qom. Pada masa remajanya, ia terpengaruh pemikiran revolusioner Navvab Safavi yang membentuk semangat perlawanannya terhadap pemerintahan monarki Dinasti Pahlavi.

Aktivitas politiknya membuat ia beberapa kali ditangkap oleh aparat keamanan pada era Shah. Ia bahkan sempat diasingkan sebelum kembali ke Teheran menjelang puncak Revolusi Iran 1979 yang akhirnya menggulingkan kekuasaan monarki.

Setelah revolusi, Khamenei menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya anggota Dewan Revolusi, Imam Salat Jumat Teheran, serta Wakil Menteri Pertahanan. Pada 1981, ia terpilih sebagai Presiden Iran dan menjabat selama dua periode hingga 1989.

Pada tahun yang sama, ia juga menjadi target percobaan pembunuhan yang menyebabkan lengan kanannya mengalami kelumpuhan permanen. Peristiwa tersebut semakin mengukuhkan posisinya di lingkaran elite politik Iran.

Merujuk dari laman Wikipedia, setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989, Majelis Ahli memilih Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi kedua Iran, jabatan yang kemudian diembannya selama lebih dari tiga dekade dan menjadikannya salah satu pemimpin dengan masa jabatan terlama dalam sejarah modern Iran.

Rekomendasi Berita